Williams: Suku Bunga “Pas”, The Fed Belum Punya Arah Jelas
Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams mengatakan kebijakan moneter AS saat ini sudah berada di posisi yang tepat dan belum ada alasan untuk menaikkan maupun menurunkan suku bunga. Dalam wawancara dengan Yahoo Finance pada Rabu (3/6), Williams menegaskan ia juga belum melihat arah yang jelas untuk jalur suku bunga ke depan.
The Fed sejauh ini menahan suku bunga sepanjang tahun ini, tetapi perdebatan internal menguat soal respons terhadap inflasi di tengah lonjakan harga energi. Sejumlah pejabat memperingatkan kenaikan suku bunga bisa segera diperlukan jika arus pelayaran melalui Selat Hormuz tidak segera pulih, karena gangguan pasokan energi berisiko menjaga inflasi tetap tinggi.
Data inflasi favorit The Fed menunjukkan kenaikan 3,8% YoY pada April—yang disebut sebagai kenaikan terbesar sejak 2023—sementara pengangguran berada di 4,3%, level yang oleh sebagian pejabat dianggap mendekati kondisi full employment. Kombinasi inflasi yang masih tinggi dan pasar kerja yang relatif ketat membuat ruang kebijakan lebih “data-dependent” dan sensitif pada perkembangan energi.
Rapat kebijakan berikutnya digelar 16–17 Juni di Washington, menjadi pertemuan berikutnya di bawah Ketua baru The Fed, Kevin Warsh. Fokus pasar akan tertuju pada apakah The Fed mulai menggeser bahasa komunikasinya ke arah lebih hawkish, atau tetap menahan diri sambil menunggu apakah shock energi mereda atau justru meluas.(arl)*
Sumber: Newsmaker.id