• Thu, Jan 15, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

14 January 2026 09:57  |

Barkin: Inflasi “Menggembirakan”, Tapi Fed Belum Mau Buru-buru

Presiden Federal Reserve Richmond, Tom Barkin, menilai data inflasi AS bulan Desember sebagai “menggembirakan”. Namun ia mengingatkan, inflasi sering kali cenderung naik di awal tahun, sehingga beberapa bulan ke depan tetap perlu dipantau ketat.

Barkin menyebut situasi saat ini seperti berjalan di “garis tipis”. Inflasi memang masih di atas target, tapi tidak terlihat makin kencang, sementara pengangguran juga tidak melonjak liar. Menurutnya, tantangan Fed adalah menjaga dua hal sekaligus: inflasi tidak kembali panas dan pasar tenaga kerja tidak melemah.

Ia menekankan tak ada yang ingin ekspektasi inflasi “menancap” di masyarakat. Di saat yang sama, tak ada yang ingin kondisi ketenagakerjaan makin rapuh. Barkin mengatakan masih ada peluang besar bahwa keduanya bisa dijaga agar tidak memburuk.

Tahun lalu, The Fed sudah memangkas suku bunga total 75 basis poin, dan pada Desember memberi sinyal akan pause di awal tahun ini untuk melihat apa yang sebenarnya dibutuhkan ekonomi. Itu artinya, Fed tidak ingin mengambil keputusan besar hanya berdasarkan satu atau dua data.

Data pemerintah terbaru menunjukkan inflasi konsumen 2,7% (YoY) pada Desember. Barkin menyebutnya “menggembirakan” karena inflasi tidak memantul naik seperti yang dikhawatirkan sebagian pasar.

Meski begitu, The Fed menargetkan inflasi 2% berdasarkan ukuran lain, yang baru akan dihitung setelah data lanjutan keluar, termasuk Producer Price Index (PPI) dalam beberapa hari ke depan. Barkin juga menilai kondisi tenaga kerja masih relatif terkendali, dengan pengangguran Desember di 4,4%.

Barkin tidak melihat situasi ini menuntut reaksi darurat dari The Fed. Ia menekankan dampak perubahan suku bunga biasanya terasa sekitar 12 bulan kemudian, jadi masih ada waktu untuk berpikir dan menyesuaikan kebijakan. Ia juga menolak berkomentar soal isu yang sedang ramai (terkait Powell), tetapi menegaskan satu hal penting: negara dengan bank sentral yang independen biasanya punya hasil ekonomi yang lebih baik.

5 Inti Poin:

- Barkin sebut inflasi Desember “menggembirakan”, tapi awal tahun sering rawan lonjakan.

- Inflasi masih di atas target, namun tidak makin cepat, pengangguran juga terkendali.

- The Fed sudah pangkas 75 bps tahun lalu dan cenderung pause untuk evaluasi.

- Inflasi headline Desember 2,7% YoY; target 2% Fed pakai ukuran lain, menunggu data lanjutan (termasuk PPI).

- Barkin: kebijakan moneter berdampak lama, jadi tidak perlu buru-buru; independensi bank sentral penting.(Asd)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

FISCAL & MONETARY

Australia Pangkas Suku Bunga Tunai ke Level Terendah 2 Tahun...

Bank Sentral Australia (RBA) memangkas suku bunga tunai sebesar 25bps menjadi 3,85% pada pertemuan bulan Mei, pemangkasan suk...

20 May 2025 12:13
FISCAL & MONETARY

Bank of Japan Main Aman, Pengurangan JGB Bakal Dipangkas?

Bank of Japan (BoJ) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga jangka pendek tidak disesuaikan pada 0,5% setelah tinjauan ke...

17 June 2025 08:18
FISCAL & MONETARY

Barkin: Inflasi “Menggembirakan”, Tapi Fed Belum Mau Bur...

Presiden Federal Reserve Richmond, Tom Barkin, menilai data inflasi AS bulan Desember sebagai “menggembirakan”. Namun ia ...

14 January 2026 09:57
FISCAL & MONETARY

Kepala BOJ Berjanji Untuk Meneliti Dampak Tarif AS Dalam Men...

Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda mengatakan pada hari Rabu (9/4) bahwa bank sentral akan menganalisis dengan cermat bagaiman...

9 April 2025 08:28
BIAS23.com NM23 Ai