Emas Berbalik Turun, Dolar Melonjak Saat Konflik Timur Tengah Meluas
Harga emas melemah pada Selasa (3/3), berbalik arah setelah sempat menguat di awal sesi karena penguatan dolar AS menekan pasar, sementara investor menilai eskalasi konflik Timur Tengah dan meningkatnya risiko gangguan pasokan minyak. Emas spot turun sekitar 1,2% menjadi $5.265,12 per ons pada 07:24 GMT, setelah sebelumnya sempat naik hingga sekitar 1% ke $5.379,65/oz pada perdagangan awal.
Di pasar berjangka, kontrak emas AS relatif stabil di sekitar $5.316,06/oz, sejalan dengan sikap pelaku pasar yang masih menyeimbangkan dorongan safe haven dan tekanan dari dolar yang kuat. Emas sendiri telah menguat sekitar 1% pada sesi sebelumnya, ditopang arus lindung nilai setelah rangkaian aksi militer besar di kawasan.
Dari sisi geopolitik, ketegangan meningkat setelah serangan gabungan AS–Israel ke Iran yang memicu respons balasan Teheran, memperbesar kekhawatiran bahwa konflik berpotensi berlarut dan meluas secara regional. Reuters melaporkan situasi keamanan dan rantai logistik di kawasan menjadi semakin sensitif terhadap perkembangan terbaru, termasuk dampaknya terhadap penerbangan dan aktivitas ekonomi lintas wilayah.
Risiko energi menjadi sorotan utama pasar. Iran menyampaikan pernyataan keras terkait Selat Hormuz, sebuah titik krusial aliran minyak global, yang kembali menambah premi risiko di harga energi. Selain itu, Reuters juga melaporkan gangguan pelayaran dan insiden di jalur tersebut yang ikut meningkatkan kekhawatiran pasar akan hambatan pengiriman minyak dan gas.
Namun reli emas jangka pendek tertahan oleh penguatan dolar AS. Indeks dolar AS (DXY) naik sekitar 0,6% pada jam perdagangan Eropa, setelah melonjak sekitar 0,8% pada sesi sebelumnya ke level tertinggi sejak akhir Januari—kondisi yang membuat emas menjadi lebih mahal bagi pembeli non-USD. Kombinasi dolar kuat dan ketidakpastian geopolitik ini menjaga emas tetap “dua arah”: didukung kebutuhan lindung nilai, tetapi dibatasi oleh tekanan kurs dan ekspektasi suku bunga. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id