• Tue, Jun 9, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

9 June 2026 03:06  |

Minyak Naik Tipis, Israel–Iran Tarik Rem Eskalasi

Harga minyak menguat tipis pada hari Senin (8/6) setelah Israel dan Iran memberi sinyal akan menahan eskalasi lanjutan usai sehari penuh aksi saling serang. WTI naik 0,8% dan ditutup di sekitar US$91,30/barel, sementara Brent menguat 1,3% ke US$94,25/barel. Meski sempat melonjak intraday, reli mereda ketika pasar menangkap pesan bahwa kedua pihak belum ingin memperluas konflik.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan Israel “menahan tembakan” ke Iran untuk sementara, tetapi akan merespons keras jika Iran menyerang lagi. Pernyataan itu sejalan dengan nada dari media Iran yang mengisyaratkan penahanan aksi lebih lanjut. Investor menilai perkembangan ini penting karena serangan balasan beberapa hari terakhir sempat mengancam pembicaraan yang bertujuan mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz.

Presiden AS Donald Trump menyebut kedua negara mengarah pada gencatan senjata segera, namun menekankan kesepakatan bisa gagal bila “kebodohan atau ketidaktahuan” menghalangi. Bagi pasar, komentar seperti ini membantu meredakan “war premium”, tetapi belum cukup untuk menghapus premi risiko karena status diplomasi masih rawan berubah oleh headline berikutnya.

Menariknya, meski terjadi eskalasi, harga minyak tetap berada di bawah US$100. Ini menunjukkan pasar sejauh ini menilai dampak terburuk dari gangguan pasokan bisa dihindari, dibanding puncak konflik ketika Brent sempat mendekati US$130. Namun risiko pasokan belum hilang karena Selat Hormuz masih dalam kondisi nyaris tertutup, sehingga aliran minyak, produk BBM, dan gas ke pasar global tetap tercekik.

Di jalur lain, kelompok Houthi di Yaman menyatakan akan melarang kapal Israel di Laut Merah. Namun pelaku industri menilai dampak tambahannya terbatas karena banyak kapal memang sudah menghindari rute itu. Artinya, pasar lebih fokus pada Hormuz sebagai pusat risiko utama dibanding Laut Merah.

Dari sisi keamanan pelayaran, Komando Pusat AS menyebut mereka melumpuhkan sebuah tanker di Teluk Oman yang diduga berupaya menuju pelabuhan Iran. Kapal itu sebelumnya dilaporkan mengalami kebakaran dan disebut tidak membawa kargo. AS juga menyatakan telah mengalihkan 134 kapal sejak mulai menegakkan blokade pelabuhan Iran pada awal April, menegaskan bahwa tekanan terhadap arus fisik masih menjadi faktor besar dalam pembentukan harga.(arl)*

Sumber: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Minyak Melonjak, Serangan Rudal Iran ke Israel Uji Gencatan ...

Harga minyak menguat tajam pada Senin setelah Iran meluncurkan beberapa gelombang rudal ke arah Israel, meningkatkan kekhawat...

8 June 2026 07:33
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai