Bursa Jepang Ditutup Merah, Nikkei Turun Hampir 3%
Bursa saham Jepang ditutup melemah tajam pada perdagangan Jumat (24/7). Indeks Nikkei 225 turun 2,79% di akhir sesi Tokyo, terseret pelemahan pada sektor kertas dan pulp, transportasi, serta komunikasi.
Tekanan terbesar datang dari sejumlah saham teknologi dan semikonduktor. Disco Corp menjadi salah satu pemberat utama setelah turun 12,27% ke level 60.890. Kioxia Holdings juga merosot 9,49% ke 56.010, sementara SoftBank Group melemah 7,06% ke 5.500.
Meski indeks utama melemah, beberapa saham masih mencatat penguatan. Shift Inc naik 8,21% ke 807, Toho Co bertambah 6,48% ke 1.446,50, dan BayCurrent Consulting menguat 4,69% ke 6.522.
Secara keseluruhan, tekanan jual terlihat cukup luas di Bursa Tokyo. Jumlah saham yang melemah mencapai 2.197, lebih banyak dibandingkan 1.302 saham yang menguat, sementara 251 saham ditutup tidak berubah. Indeks volatilitas Nikkei juga naik 6,84% ke 34,82, menandakan kekhawatiran pasar meningkat.
Dari sisi dampak market, pelemahan tajam Nikkei menunjukkan investor sedang mengurangi eksposur pada aset berisiko, terutama saham teknologi dan semikonduktor. Di pasar komoditas, minyak WTI turun ke US$90,63 per barel, Brent melemah ke US$99,03, dan emas berjangka turun ke US$4.037,90 per troy ounce. Sementara itu, USD/JPY bergerak di sekitar 163,78, sehingga yen tetap menjadi perhatian karena pelemahannya dapat memengaruhi sentimen saham Jepang dan biaya impor energi. (asd)
Sumber: Newsmaker.id