Emas Lolos dari Tekanan Awal, Ujian CPI Menanti
Harga emas menghapus kerugian di awal dan nyaris datar pada Senin (8/6) saat sentimen pasar membaik setelah Iran dan Israel menghentikan serangan. XAU/USD diperdagangkan di sekitar US$4.332 setelah sempat menyentuh low harian US$4.268, menandakan pemulihan yang masih rapuh pasca tekanan besar pekan lalu.
Meski tensi kawasan mereda sementara, ketidakpastian tetap tinggi karena belum ada hasil jelas dari pembicaraan AS–Iran. Presiden AS Donald Trump meminta kedua pihak “berhenti menembak” dan menyebut negosiasi damai masih berjalan. Di saat yang sama, reli ekuitas AS ikut menopang emas, seiring korelasi positif yang disebut masih menjaga permintaan jangka pendek.
Pasar masih membawa “bekas luka” dari Jumat lalu, ketika laporan Nonfarm Payrolls yang lebih kuat dari perkiraan memicu penurunan emas mendekati 5% dalam sepekan. Data tersebut menguatkan narasi bahwa pasar kerja AS cukup solid, sehingga fokus The Fed kembali mengarah ke inflasi—faktor yang biasanya menekan aset tanpa imbal hasil seperti emas.
Fokus utama minggu ini adalah rilis CPI AS yang diperkirakan naik 4,2% YoY pada Mei, setelah April yang sudah tinggi di 3,8%. Jika inflasi kembali menguat, pasar berpotensi menambah taruhan kebijakan yang lebih ketat, apalagi investor sudah memprice-in 24 bps pengetatan The Fed hingga akhir 2026.
Dari sisi pasar pendukung/penahan, DXY relatif datar di sekitar 100, sementara yield US 10-tahun naik sekitar 2 bps ke 4,552%, yang membatasi ruang rebound bullion. Di komoditas energi, WTI naik lebih dari 1%, tetapi jika konflik cepat mereda dan pasokan kembali normal, harga energi berpotensi turun—yang bisa meredakan tekanan inflasi dan membuka ruang suku bunga lebih rendah (kondisi yang biasanya lebih ramah untuk emas).
Data tambahan menunjukkan ekspektasi inflasi konsumen AS sedikit melunak. Survei New York Fed mencatat ekspektasi inflasi 1 tahun turun dari 3,6% ke 3,5%, sementara horizon 3 dan 5 tahun tidak berubah di 3,1% dan 3%. Agenda berikutnya, pasar menunggu data ADP Employment Change dan data perumahan AS pada Selasa untuk petunjuk lanjutan.(arl)*
Sumber: Newsmaker.id