Emas Sedikit Pulih, Tapi Masih Dekat Level Terendah Dua Bulan
Harga emas membalikan sebagian kerugiannya dan diperdagangkan di sekitar $4.330 per ons pada hari Senin, setelah sebelumnya menyentuh level terendah sejak 23 Maret.
Tetapi emas tetap berada dekat penutupan terlemah sejak akhir tahun lalu, saat investor menilai perkembangan terbaru di Timur Tengah.
Israel setuju menghentikan serangan ke Iran atas permintaan Presiden Donald Trump, namun tetap melanjutkan serangan di Lebanon. Sementara itu, ketegangan di perbatasan Israel-Lebanon meningkat, dengan laporan saling menembakkan artileri. Trump menyerukan gencatan senjata segera, sementara Teheran menunda operasi terhadap Israel namun memperingatkan terhadap serangan di Lebanon selatan.
Harga minyak yang tinggi, kekhawatiran inflasi, dan data tenaga kerja AS yang kuat pekan lalu mendorong ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve. Berdasarkan CME FedWatch, pasar kini memperkirakan 70% kemungkinan kenaikan suku bunga pada Desember, naik dari 45% pekan sebelumnya.
Investor akan menunggu data inflasi utama, termasuk CPI pada Rabu dan PPI pada Kamis, untuk mendapatkan indikasi lebih lanjut tentang arah kebijakan moneter dan implikasinya terhadap pasar emas.(yds)
Sumber: Newsmaker.id