Emas Pulih, Optimisme Damai Timur Tengah Tekan Risiko
Harga emas menghapus sebagian kerugian awal pada perdagangan hari ini setelah laporan dari Iran yang menyatakan bahwa operasi militernya terhadap Israel telah berakhir. Hal ini dianggap sebagai langkah penting yang dapat membuka jalan bagi penyelesaian konflik lebih luas di Timur Tengah, meskipun risiko tetap ada akibat ketegangan yang masih berlangsung. Emas batangan sedikit berubah di kisaran $4.320 per ons, setelah sebelumnya turun hingga 1,4%.
Konflik Timur Tengah yang memasuki bulan keempat telah mengganggu aliran energi melalui Selat Hormuz, memicu kenaikan harga minyak dan menimbulkan kekhawatiran inflasi global. Kondisi ini membuat bank sentral, termasuk Federal Reserve, cenderung mempertahankan atau bahkan menaikkan suku bunga, yang menekan daya tarik emas sebagai aset safe-haven. Sementara itu, Houthi Yaman yang didukung Iran juga mengumumkan blokade kapal Israel di Laut Merah, menambah ketidakpastian pasar.
Investor juga tetap mencermati data ekonomi AS terbaru. Kinerja pasar tenaga kerja yang kuat memicu spekulasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada 2026, sehingga menekan harga emas yang dihargai dalam dolar. Di sisi lain, Bank Rakyat China menambah cadangan emas sekitar 10 ton bulan lalu, memperpanjang tren pembelian selama 19 bulan berturut-turut.
Harga logam mulia lain menunjukkan tren beragam. Perak naik 0,5% menjadi $68,19 per ons, platinum stabil, dan paladium sedikit menurun. Indeks Spot Dolar Bloomberg melemah 0,2%, memberi sedikit dukungan terhadap rebound emas. Para analis memperingatkan bahwa emas akan tetap dalam kisaran terbatas hingga ketidakpastian geopolitik mereda.
5 Poin Penting:
-Emas Pulih: Harga emas batangan naik kembali ke $4.320 per ons setelah laporan Iran mengakhiri operasi militer terhadap Israel.
-Risiko Energi: Gangguan di Selat Hormuz dan blokade kapal Israel oleh Houthi Yaman tetap menjadi faktor ketidakpastian utama yang menekan logam mulia.
-Data AS Tekan Emas: Kinerja pasar tenaga kerja AS mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga, yang membatasi kenaikan emas.
-Bank Rakyat China: China membeli sekitar 10 ton emas, memperpanjang tren pembelian bank sentral selama 19 bulan, menunjukkan permintaan jangka panjang tetap kuat.
-Logam Lain dan Dolar: Perak naik, platinum stabil, paladium turun tipis, sementara dolar melemah 0,2%, mendukung sedikit kenaikan emas.(gn)
Sumber: Newsmaker.id