Nasdaq & Saham Chip Rebound Usai Selloff
Bursa saham AS ditutup cenderung menguat pada Senin (8/6), dipimpin Nasdaq dan saham-saham semikonduktor, setelah investor memburu harga murah pasca aksi jual tajam Jumat lalu. Sentimen juga membaik setelah Iran dan Israel menyatakan telah menghentikan serangan satu sama lain menyusul seruan Presiden Donald Trump agar kedua pihak “berhenti menembak”.
Meski indeks utama sempat menguat lebih tinggi pada sesi berjalan, pasar menutup perdagangan di bawah puncak intraday dan Dow berakhir melemah. S&P 500 naik 0,30% ke 7.405,81, Nasdaq menguat 0,86% ke 25.931,56, sementara Dow turun 0,15% ke 50.791,17.
Sektor teknologi dan indeks semikonduktor Philadelphia memimpin pemulihan, membalikkan kerugian Jumat yang sempat menghapus sekitar US$1 triliun nilai pasar saham chip yang terdaftar di AS. Investor kembali masuk setelah tekanan pekan lalu dipicu kombinasi hasil Broadcom yang mengecewakan serta data tenaga kerja AS yang sangat kuat yang mendorong repricing ekspektasi suku bunga.
Di saham individual, Intel melonjak setelah laporan menyebut Google memesan lebih dari 3 juta tensor processing units untuk 2028. Marvell Technology juga naik tajam setelah kabar perusahaan akan masuk ke indeks S&P 500 efektif sebelum perdagangan 22 Juni. Di sisi lain, Apple sempat melemah menjelang akhir sesi meski perusahaan meluncurkan pembaruan AI untuk Siri dalam ajang WWDC.
Di luar teknologi, Eli Lilly menguat setelah hasil uji obat obesitas generasi baru retatrutide menunjukkan manfaat tambahan, termasuk mengurangi keparahan sleep apnea, sekaligus mendukung penurunan berat badan dan membantu keluhan nyeri lutut. Pasar juga mulai menimbang potensi dampak IPO SpaceX yang disebut bisa menjadi ujian baru bagi selera risiko investor.(arl)
Sumber: Newsmaker.id