Emas Naik 1%: Selat Hormuz Jadi Fokus Pasar
Harga emas menguat pada Senin (2/3) saat investor berbondong-bondong masuk ke aset aman setelah eskalasi konflik AS–Iran meningkatkan kekhawatiran perang regional yang lebih luas. Sentimen pasar memburuk setelah AS dan Israel melancarkan serangan besar terhadap Iran, mendorong aksi risk-off di berbagai kelas aset.
Pada perdagangan sore waktu AS, emas spot naik sekitar 1% ke $5.330,31/oz, setelah sebelumnya sempat menyentuh $5.419,32/oz—level tertinggi sejak akhir Januari. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS naik 1,9% ke $5.345,80/oz.
Kenaikan emas terjadi di tengah meningkatnya permintaan safe haven, setelah operasi militer terhadap Iran berlanjut dan laporan tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei memicu kekhawatiran eskalasi. Pasar juga menyoroti risiko gangguan pengiriman minyak melalui Selat Hormuz, jalur energi global yang sangat krusial.
Guncangan geopolitik ini memicu pola klasik risk-off: saham melemah di awal sesi, sedangkan harga minyak melonjak, yang pada akhirnya memperkuat daya tarik emas sebagai penyimpan nilai ketika ketidakpastian meningkat.
Analis ING menilai, jika konflik melebar atau suplai energi terganggu, emas bisa mendapat dorongan tambahan melalui jalur kenaikan harga minyak, ekspektasi inflasi yang lebih tinggi, dan real yield yang tertahan. Sementara itu, Pepperstone menekankan pasar kini menghadapi rentang skenario yang jauh lebih lebar, membuat penilaian risiko menjadi sangat sulit dan mendorong strategi defensif “kurangi risiko dulu, urusan penjelasan belakangan.”(mrv)
Sumber : Newsmaker.id