Jeda AS-Iran Angkat Harga Emas
Harga emas menguat pada perdagangan Senin (27/7) dan bergerak di sekitar US$4.079 per troy ounce. Logam mulia mendapat dukungan setelah jeda serangan AS dan Iran mendorong harga minyak turun tajam.
Meredanya konflik meningkatkan harapan tercapainya kesepakatan diplomatik dan dibukanya kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz. Presiden Donald Trump mengatakan pembicaraan dengan Iran berjalan baik, meskipun risiko konflik belum sepenuhnya hilang.
Harga minyak Brent jatuh 8,7% dan ditutup di US$88,36 per barel. WTI juga merosot 7,5% ke US$82,61 per barel, sehingga kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi akibat biaya energi mulai mereda.
Dolar AS turut melemah tipis, membuat emas menjadi lebih terjangkau bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain. Penurunan harga minyak dan dolar membantu mengimbangi tekanan dari ekspektasi suku bunga AS yang masih tinggi.
Investor kini menantikan keputusan Federal Reserve pada Rabu. Pasar memperkirakan peluang sekitar 62% bahwa suku bunga akan dipertahankan, tetapi kemungkinan kenaikan pada September masih berada di sekitar 82%.
Pasar juga akan mencermati data inflasi PCE AS pada Kamis. Selama harga minyak dan dolar tetap rendah, emas berpeluang bertahan di atas US$4.000, tetapi pernyataan agresif The Fed atau memburuknya konflik dapat kembali memicu pergerakan tajam.(arl)
Sumber: Newsmaker.id