Jeda Misterius AS-Iran Guncang Pasar!
Amerika Serikat menghentikan serangan terhadap Iran untuk malam kedua setelah hampir dua pekan melakukan operasi militer. Iran juga memberi sinyal tidak akan melanjutkan serangan balasan selama jeda tersebut masih berlangsung.
Jeda pertempuran terjadi setelah 13 malam serangan AS yang ditujukan untuk melemahkan kemampuan Iran dalam menyerang kapal dagang. Namun, belum ada penjelasan resmi mengenai alasan penghentian serangan ataupun langkah Presiden Donald Trump selanjutnya.
Di tengah meredanya pertempuran, pejabat Iran dan Oman mengadakan pembicaraan mengenai pelayaran di Selat Hormuz. Pertemuan tersebut disebut konstruktif dan menghasilkan sejumlah kemajuan, meskipun lalu lintas kapal di jalur penting itu belum kembali normal.
Kabar jeda serangan langsung disambut positif oleh pasar. Harga minyak Brent sempat anjlok 7,4% hingga turun di bawah US$90 per barel, sementara kontrak berjangka saham Amerika Serikat bergerak menguat.
Meski demikian, risiko konflik belum sepenuhnya hilang. Kelompok Houthi mengklaim menyerang fasilitas terkait Saudi Aramco di Jizan dan Yanbu, sedangkan koalisi pimpinan Arab Saudi membalas dengan menyerang posisi militer Houthi.
Selat Hormuz masih hampir lumpuh, padahal jalur tersebut sebelumnya mengangkut sekitar seperlima pasokan minyak mentah dunia. Gangguan di jalur alternatif Laut Merah juga dapat kembali mendorong harga minyak naik jika serangan terhadap pengiriman Saudi terus berlanjut.
Dampaknya ke pasar, minyak berpotensi tetap tertekan selama jeda serangan dan perundingan berlanjut. Emas dapat menguat terbatas karena risiko inflasi dari energi mulai mereda, sedangkan dolar AS berpotensi melemah karena permintaan terhadap aset aman menurun. Namun, ketiganya bisa kembali berbalik jika konflik kembali memanas.(asd)*
Sumber: Newsmaker.id