Wall Street Beragam, Nasdaq Tertekan Saham Teknologi
Bursa saham Amerika Serikat ditutup beragam pada perdagangan Jumat (24/7). S&P 500 naik tipis, Nasdaq 100 turun 1,1%, sedangkan Dow Jones menguat 236 poin.
Pergerakan pasar dipengaruhi laporan kinerja perusahaan dan prospek suku bunga Federal Reserve. Investor juga masih mencermati konflik Amerika Serikat dan Iran yang mengganggu jalur pengiriman energi.
Harga minyak mulai menurun, tetapi masih mencatat kenaikan tajam sepanjang pekan. Gangguan lalu lintas kapal tanker di Teluk Persia dan Laut Merah menjaga kekhawatiran terhadap pasokan energi tetap tinggi.
Imbal hasil obligasi AS ikut meningkat karena pasar memperbesar peluang kenaikan suku bunga The Fed pada pekan depan. Kenaikan harga energi dikhawatirkan dapat mempertahankan tekanan inflasi.
Saham Intel jatuh 7,9% meskipun membukukan pertumbuhan pendapatan terkuat dalam 17 tahun. Kekhawatiran terhadap belanja kecerdasan buatan juga menekan Tesla sebesar 2,1% dan Meta sebesar 1,8%.
Saham American Express turun 4,3% setelah merilis laporan kinerja, sedangkan Verizon melonjak 5,8% berkat pertumbuhan pelanggan yang melampaui perkiraan. Selama risiko inflasi dan tekanan pada saham teknologi bertahan, pergerakan Wall Street berpotensi tetap tidak stabil.(yds)
Sumber: Newsmaker.id