Emas Menguat, Penurunan Minyak Redakan Tekanan Inflasi
Harga emas bergerak naik tipis pada perdagangan Jumat (24/7) dan tetap berada di jalur penguatan mingguan. Emas spot naik 0,2% menjadi US$4.059,20 per troy ounce, sementara kontrak berjangka menguat 0,3% ke US$4.061,30.
Kenaikan emas didukung oleh penurunan harga minyak setelah sempat melonjak tajam akibat konflik Timur Tengah. Meski demikian, harga minyak masih menuju kenaikan mingguan yang kuat karena risiko gangguan pasokan belum mereda.
Ketegangan tetap tinggi setelah militer Amerika Serikat menyelesaikan serangan terhadap target Iran untuk hari ke-13 berturut-turut. Serangan tersebut menyasar fasilitas militer, penyimpanan drone, dan pos pengawasan pesisir Iran.
Iran juga dilaporkan menolak usulan gencatan senjata yang didukung Amerika Serikat. Sementara itu, ancaman serangan terhadap kapal di Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb masih menimbulkan kekhawatiran terhadap jalur utama pengiriman minyak dunia.
Pasar memperkirakan peluang sebesar 29% bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan pekan depan. Kenaikan harga minyak berisiko mendorong inflasi dan memperkuat kebijakan suku bunga tinggi, yang dapat membatasi daya tarik emas.
Dolar AS yang masih kuat turut menjadi tekanan bagi logam mulia. Namun, selama konflik Timur Tengah belum mereda dan harga minyak mulai terkoreksi, emas masih berpeluang mempertahankan kenaikan mingguan lebih dari 1%.(arl)
Sumber : Newsmaker.id