Minyak Jatuh, Harapan Dialog AS-Iran Redakan Pasar
Harga minyak turun tajam pada perdagangan Jumat (24/7) setelah muncul laporan bahwa Pakistan berupaya membuka kembali perundingan antara Amerika Serikat dan Iran. Minyak Brent ditutup turun hampir 4% di US$96,78 per barel.
Minyak West Texas Intermediate atau WTI juga melemah sekitar 3% dan berakhir di US$89,31 per barel. Harapan terhadap jalur diplomasi membuat kekhawatiran pasar mengenai konflik Timur Tengah sedikit mereda.
Upaya Pakistan untuk menghidupkan kembali pembicaraan AS-Iran disebut mendapat dukungan dari China. Beijing dinilai berkepentingan mendorong perdamaian karena serangan Iran dan penutupan Selat Hormuz telah mengganggu kepentingan ekonomi serta pasokan energinya.
Meski terkoreksi pada Jumat, harga minyak masih mencatat kenaikan mingguan yang kuat. WTI menguat sekitar 8% sepanjang pekan, sedangkan Brent naik hampir 10% akibat meningkatnya pertempuran di Timur Tengah.
UBS menilai pasar kemungkinan terlalu optimistis terhadap pemulihan pasokan minyak di kawasan tersebut. Arus kapal yang masuk masih terbatas, sehingga proses pemulihan produksi diperkirakan lebih lambat dan kondisi pasar tetap ketat.
Harapan perundingan berpotensi menahan kenaikan harga minyak dalam jangka pendek. Namun, selama konflik dan gangguan jalur pengiriman belum benar-benar berakhir, harga masih berisiko bertahan tinggi, meskipun UBS memperkirakan Brent turun menuju US$85 per barel pada akhir tahun.(yds)
Sumber: Newsmaker.id