Dolar Stabil, Jeda Konflik Redam Permintaan Safe Haven
Dolar AS bergerak relatif stabil pada perdagangan Senin (27/7) setelah sempat melemah di awal sesi. Indeks Dolar AS bergerak di sekitar 101,40 menjelang pertemuan kebijakan Federal Reserve.
Tekanan terhadap dolar muncul setelah Amerika Serikat dan Iran menghentikan sementara serangan. Jeda konflik mengurangi permintaan terhadap aset aman serta mendorong investor kembali melirik mata uang yang lebih sensitif terhadap risiko.
Penurunan harga minyak turut meredakan kekhawatiran terhadap inflasi energi. The Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50%–3,75%, meskipun peluang kenaikan masih menjadi perhatian pasar.
EUR/USD bergerak stabil di sekitar 1,1370 menjelang data pertumbuhan ekonomi Jerman dan zona euro. Sementara itu, GBP/USD melemah mendekati 1,3300 menjelang keputusan suku bunga Bank of England.
USD/JPY turun ke sekitar 163,70 karena yen mendapat dukungan dari pelemahan minyak dan dolar. Namun, pasangan tersebut masih berada dekat level tertinggi dalam beberapa dekade menjelang keputusan Bank of Japan.
AUD/USD menguat menuju 0,6990 seiring membaiknya sentimen pasar. Arah dolar selanjutnya akan ditentukan oleh keputusan The Fed, BoE, dan BoJ, serta data inflasi Australia yang dapat memengaruhi prospek suku bunga global.(arl)
Sumber: Newsmaker.id