• Tue, Mar 3, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

3 March 2026 11:41  |

GBP Melemah karena Pasar Waspada terhadap Inflasi Energi

Pasar global masuk mode risk-off pada sesi Asia Selasa (3 Maret 2026). Pemicu utamanya: eskalasi konflik Timur Tengah yang bikin harga energi naik dan investor kembali cari aset aman. Di kondisi kayak gini, arus uang biasanya mengalir ke instrumen paling likuid dan USD kebagian aliran itu.

Dolar menguat dan kembali “rebut” status safe haven. Reuters mencatat Dollar Index naik ke sekitar 98,49 dan penguatan sebelumnya jadi yang paling besar dalam beberapa bulan, karena pasar menilai Amerika relatif lebih terlindungi dari shock minyak (AS net energy exporter) dibanding negara importir energi.

Dampaknya ke GBP/USD: pair ini hover di sekitar 1,3400 dan tekanan bearish masih kerasa. Secara simpel: selama USD lagi diburu, pound bakal susah buat naik jauh rebound cenderung “mentok” dan pasar fokus jaga downside risk. Reuters juga nyebut sterling sekitar $1,3407 di sesi Asia.

Di Asia, yen juga masih lemah di area 157 per dolar karena Jepang itu importir energi kalau minyak naik, beban impor naik, inflasi “imported” makin kerasa, dan yen biasanya kena imbas. Reuters menulis pejabat Jepang kembali menekankan mereka memantau pergerakan yen dengan urgensi tinggi, termasuk opsi intervensi bila diperlukan.

Untuk pasar saham, kombinasi oil naik + inflasi fear bikin indeks Asia cenderung tertekan. Reuters menggambarkan mayoritas bursa Asia dan Eropa kemarin sempat turun 1–3% karena pasar menimbang efek perang terhadap biaya energi dan ekonomi global.

Narasi besar yang lagi terjadi tuh “inflation shock vs safe haven”. Biasanya kalau geopolitik panas, obligasi diburu. Tapi kali ini, lonjakan energi bikin investor juga takut inflasi naik, jadi ada momen di mana bond malah tidak sekuat biasanya. Reuters nyebut pasar obligasi sempat kebingungan: buy karena aman, atau sell karena inflasi.

Di komoditas, emas lanjut menguat Reuters mencatat emas naik untuk sesi kelima beruntun, dengan spot gold sekitar $5.377/oz pada awal sesi Asia, karena demand safe haven naik lagi.

Kesimpulannya, market sesi Asia hari ini lagi ngikutin satu tema: headline geopolitik → oil premium naik → inflasi fear naik → risk-off. Selama energi masih “shock” dan konflik belum reda, bias jangka pendek cenderung: USD kuat, GBP/USD tertahan, JPY rapuh, saham risk assets gampang goyah, dan emas tetap.(Cp)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GBP/USD

GBP/USD Melanjutkan Kenaikannya Seiring Pemulihan Pound

GBP/USD melanjutkan kenaikan hari kedua berturut-turutnya, mengawali minggu perdagangan baru dengan kenaikan tujuh persepuluh...

7 January 2025 07:12
GBP/USD

GBP/USD Melanjutkan Penurunan Karena Perdagangan Safe Haven ...

GBP/USD merosot lagi pada hari Senin , memperpanjang Cable ke hari perdagangan kedua berturut-turut yang mengalami penurunan ...

8 April 2025 07:20
GBP/USD

GBP/USD Temui Dukungan Kunci di 1.35 Meski Perdagangan Akhir...

Pasangan mata uang GBP/USD menemukan dukungan teknis pada level 1.3500 pada hari Senin, meskipun volume perdagangan menjelang...

30 December 2025 07:38
GBP/USD

GBP/USD Datar, Pasar Tunggu Pemicu Baru

GBP/USD bergerak mendatar di sekitar 1,3500 pada hari Senin karena pelaku pasar masih mencerna kesimpulan Mahkamah Agung AS s...

24 February 2026 07:08
BIAS23.com NM23 Ai