Bitcoin Menguat di Tengah Gejolak Global, Tapi Masih Rentan Volatil
Harga Bitcoin (BTC) bergerak menguat pada Selasa (3 Maret 2026), diperdagangkan di sekitar $68.110 dengan rentang harian yang lebar di $65.334–$69.952. Pergerakan ini menunjukkan pasar kripto masih sangat volatil, meski BTC mampu bertahan di zona atas setelah gejolak beberapa sesi terakhir.
Penguatan BTC terjadi di tengah kondisi global yang masih didominasi sentimen risk-off akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Dalam situasi seperti ini, investor biasanya cenderung defensif dan memilih aset likuid, sementara aset berisiko termasuk kripto sering bergerak cepat mengikuti perubahan sentimen harian.
Di sisi lain, dolar AS yang menguat juga menjadi faktor penting. Saat USD kembali diburu sebagai safe haven, ruang kenaikan aset berisiko bisa tertahan karena arus dana lebih banyak mengalir ke dolar dan instrumen defensif. Reuters mencatat penguatan dolar dipicu meningkatnya kekhawatiran geopolitik, sekaligus narasi inflasi energi akibat lonjakan harga minyak.
Untuk pasar kripto sendiri, kondisi ini membuat pergerakan BTC cenderung “dua arah”: bisa ikut terseret risk-off, namun juga bisa rebound cepat ketika pelaku pasar melihatnya sebagai alternatif diversifikasi terutama saat volatilitas mereda sementara dan pembeli memanfaatkan koreksi.
Ke depan, fokus pelaku pasar tetap pada headline geopolitik dan arah dolar. Selama ketidakpastian masih tinggi, Bitcoin berpotensi tetap bergerak agresif dalam rentang harga, dengan perhatian besar pada area psikologis $70.000 sebagai resistensi dan area $65.000-an sebagai penopang jangka pendek.(Cp)
Sumber: Newsmaker.id