Bitcoin Pulih, Tapi Belum Aman
Bitcoin sedikit pulih pada perdagangan Senin (6/7) setelah sempat tertekan dalam beberapa pekan terakhir. Harga Bitcoin kini berada di sekitar US$63.402, dengan rentang pergerakan harian di area US$61.350–US$63.874. Kenaikan ini menunjukkan minat beli mulai kembali muncul setelah Bitcoin sebelumnya sempat jatuh ke bawah level US$58.000.
Sentimen pasar kripto membaik setelah data tenaga kerja Amerika Serikat bulan Juni lebih lemah dari perkiraan. Data tersebut membuat investor mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat. Bagi aset berisiko seperti kripto, ekspektasi suku bunga yang lebih rendah biasanya menjadi sentimen positif karena likuiditas pasar cenderung lebih longgar.
Selain faktor suku bunga, pasar juga mendapat dorongan dari kembalinya dana masuk ke ETF Bitcoin spot Amerika Serikat. ETF kripto mencatat aliran masuk sekitar US$224 juta, yang mengakhiri tren arus keluar selama beberapa hari sebelumnya. Kondisi ini memberi sinyal bahwa permintaan institusional mulai stabil kembali.
Namun, tekanan belum sepenuhnya hilang. Citigroup sebelumnya memangkas proyeksi 12 bulan untuk Bitcoin dari US$112.000 menjadi US$82.000, karena menilai minat investor melemah, arus ETF sempat negatif, dan perkembangan regulasi kripto di AS masih lambat. Ini membuat pasar tetap berhati-hati meski Bitcoin mulai rebound.
Untuk kripto lainnya, Ethereum berada di sekitar US$1.624,95, BNB di US$583,52, Solana di US$77,97, dan XRP di US$1,059. Pergerakan ini menunjukkan pasar kripto belum kompak menguat tajam, tetapi mulai lebih stabil setelah tekanan besar pada Juni.
Ke depan, fokus investor akan tertuju pada risalah rapat The Fed bulan Juni. Jika risalah tersebut memberi sinyal bahwa bank sentral lebih hati-hati menaikkan suku bunga, Bitcoin berpeluang mempertahankan area US$63.000–US$64.000. Namun, jika The Fed terdengar lebih hawkish, tekanan jual bisa kembali muncul dan membawa Bitcoin menguji area US$61.000–US$60.000. (arl)
Sumber : Newsmaker.id