Trump Kirim “Armada” ke Iran, Minyak Langsung Ngegas
Harga minyak menguat di perdagangan Asia pada Jumat (23/1) pasca Presiden AS Donald Trump memberi sinyal kemungkinan aksi militer terhadap Iran. Pasar langsung khawatir langkah itu bisa memicu gangguan pasokan di Timur Tengah—wilayah yang sensitif banget buat harga energi global.
Meski sempat melemah di beberapa sesi sebelumnya, minyak masih berada di jalur kenaikan pekan kelima berturut-turut. Pelaku pasar menambah premi risiko karena tensi geopolitik naik, sekaligus berharap permintaan membaik dalam beberapa bulan ke depan.
Pada jam perdagangan awal, Brent kontrak Maret naik sekitar 0,9% ke $64,62/barel, sedangkan WTI kontrak Maret juga naik 0,9% ke $59,89/barel.
Trump menyampaikan komentar itu saat berada di Air Force One. Ia mengatakan AS memiliki armada yang bergerak menuju Iran dan memperingatkan Teheran agar tidak melakukan tindakan yang memicu eskalasi, termasuk terkait program nuklir dan isu kekerasan terhadap demonstran.
Sejumlah laporan menyebut sebuah kapal induk dan beberapa kapal perusak akan tiba di Timur Tengah dalam beberapa hari ke depan. Prospek pengerahan militer ini membuat pasar kembali memasang skenario terburuk: jika konflik meningkat, arus ekspor dari kawasan bisa terganggu.
Iran sendiri adalah salah satu produsen minyak terbesar di OPEC dan pemasok penting untuk China. Karena itu, risiko gangguan pasokan dari Iran dinilai bisa cepat merembet ke harga global, apalagi jika jalur pengiriman ikut terdampak.
Di luar geopolitik, pergerakan minyak pekan ini juga dipengaruhi perubahan sikap AS soal Greenland yang sempat bikin pasar “whipsaw” naik-turun. Namun data ekonomi China yang cukup positif dan proyeksi permintaan 2026 yang dinilai membaik ikut memberi dukungan.
Pelemahan dolar juga membantu kenaikan harga minyak karena komoditas ini diperdagangkan dalam dolar. Saat dolar melemah, minyak terasa lebih murah bagi pembeli luar AS, ditambah pasar masih percaya suku bunga AS bisa turun lagi tahun ini—yang biasanya mendukung komoditas.(yds)
Sumber: Newsmaker.id