GBP Menguat, Efek Data Tak Terduga
Pound Sterling (GBP) menarik minat beli yang kuat terhadap mata uang utama lainnya setelah data PMI Inggris Januari lebih baik dari perkiraan dan Penjualan Ritel kembali tumbuh pada Desember. Data ini memberi sinyal bahwa aktivitas ekonomi Inggris masih solid, meski sebelumnya dibayangi perlambatan.
Laporan PMI S&P Global menunjukkan pertumbuhan kuat di sektor manufaktur dan jasa. PMI Komposit melonjak ke 53,9 pada Januari dari 51,4 sebelumnya, jauh di atas perkiraan pasar. PMI Jasa naik ke 54,3, sementara PMI Manufaktur juga menguat ke 51,6, menandakan ekspansi di kedua sektor utama ekonomi.
Selain itu, Penjualan Ritel Inggris naik 0,4% secara bulanan pada Desember, berlawanan dengan perkiraan penurunan. Secara tahunan, belanja konsumen tumbuh 2,5%, jauh melampaui ekspektasi pasar. Kenaikan ini mengakhiri dua bulan kontraksi dan menunjukkan daya beli masyarakat masih cukup kuat.
Data ekonomi yang solid ini mengurangi spekulasi penurunan suku bunga dalam waktu dekat oleh Bank of England (BoE). Dengan minimnya rilis data penting minggu depan, pergerakan Pound Sterling diperkirakan akan dipengaruhi oleh sentimen pasar dan ekspektasi terhadap keputusan kebijakan moneter BoE pada pertemuan Februari.(alg)
Sumber: Newsmaker.id