Level $5000 di depan Mata!
Harga emas melesat di atas $4.967 per ons pada Jumat, mencetak rekor baru dan bersiap menutup pekan dengan kenaikan paling kuat sejak Maret 2020. Dorongan utamanya datang dari kombinasi dolar yang melemah dan ketidakpastian global yang membuat investor kembali mencari aset aman.
Dari sisi geopolitik, Presiden Donald Trump mengklaim telah mengamankan akses permanen AS ke Greenland lewat kesepakatan dengan NATO, meski detailnya belum jelas. Denmark menegaskan kembali kedaulatannya atas wilayah tersebut, sehingga pasar menilai isu ini belum benar-benar selesai dan masih berpotensi memicu gelombang ketidakpastian baru.
Di jalur perdagangan, Trump juga membatalkan rencana tarif impor terhadap Eropa, sementara Uni Eropa menyatakan akan menunda langkah balasan yang sebelumnya disiapkan. Meski begitu, Eropa masih menunggu kejelasan arah kebijakan Trump berikutnya, dan ketidakpastian inilah yang ikut menjaga minat pada emas tetap tinggi.
Dari data ekonomi, inflasi pilihan The Fed (PCE) baik headline maupun core naik sesuai perkiraan. Ini memberi sinyal bahwa proses penurunan inflasi masih berjalan, meskipun aktivitas ekonomi tetap cukup kuat. Pasar saat ini memperkirakan dua kali pemangkasan suku bunga oleh The Fed pada tahun ini—situasi yang biasanya mendukung emas karena imbal hasil aset berbunga menjadi lebih menarik.
Investor juga menunggu keputusan Trump soal ketua The Fed berikutnya setelah ia menyelesaikan rangkaian wawancara kandidat. Jika pilihan jatuh pada sosok yang lebih “dovish”, ekspektasi penurunan suku bunga bisa makin besar—dan itu berpotensi memberi bahan bakar tambahan bagi reli emas yang sudah mencetak rekor demi rekor.(asd)
Sumber : Newsmaker.id