Emas Turun Lebih dari 1% Terkait Aksi Ambil Profit
Harga emas turun lebih dari 1% pada Rabu (7/1) karena investor melakukan aksi ambil untung pasca reli terbaru. Namun, penurunan sempat menyempit setelah data tenaga kerja AS yang lebih lemah dari perkiraan memperkuat taruhan bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga.
Emas spot turun 0,9% menjadi $4.445,32 per ons pada pukul 1:36 siang waktu AS (18:36 GMT). Sebelumnya, harga sempat jatuh hingga 1,7% ke $4.422,89 pada awal sesi.
Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari ditutup 0,7% lebih rendah di $4.462,50.
“Kami melihat penurunan hari ini sebagai aksi ambil untung setelah lonjakan harga belakangan ini,” kata David Meger, Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures.
Namun, Meger menambahkan bahwa data ketenagakerjaan yang lebih lunak tetap mendukung peluang pelonggaran kebijakan The Fed, yang belakangan menjadi penopang harga emas.
Lowongan kerja AS turun lebih besar dari perkiraan pada November setelah naik tipis pada Oktober. Sementara laporan terpisah dari ADP menunjukkan pertumbuhan payroll sektor swasta pada Desember juga lebih rendah dari ekspektasi.
Pasar memperkirakan pemangkasan suku bunga total sekitar 61 basis poin tahun ini, berdasarkan data yang dihimpun LSEG. Fokus kini beralih ke laporan nonfarm payrolls (NFP) yang akan dirilis Jumat.
Sementara itu, ketidakpastian geopolitik masih berlanjut setelah penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada akhir pekan. Presiden AS Donald Trump pada Selasa mengumumkan rencana untuk memurnikan dan menjual minyak mentah Venezuela, sementara Gedung Putih secara terpisah mengonfirmasi adanya pembahasan terkait akuisisi Greenland, termasuk kemungkinan keterlibatan militer.
Di sisi lain, bank sentral China memperpanjang tren pembelian emasnya menjadi bulan ke-14 berturut-turut pada Desember, menurut data resmi.
Data dari China itu “terus menunjukkan permintaan yang kuat yang kami lihat dari Asia… dan sekali lagi menjadi salah satu alasan mengapa kita melihat dorongan naik harga belakangan ini,” ujar Meger.
Emas, sebagai aset safe haven yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding), cenderung diuntungkan dalam lingkungan suku bunga rendah dan saat ketidakpastian meningkat.
Untuk logam lainnya, perak spot turun 4,1% menjadi $77,93 per ons. HSBC menaikkan proyeksi harga perak 2026 menjadi $68,25, namun memperingatkan volatilitas karena pasokan mulai longgar. Sementara Goldman Sachs menilai persediaan London yang tipis bisa memicu pergerakan tajam dan reli akibat “squeeze” yang kemudian berpotensi berbalik.
Platinum spot turun 6,5% menjadi $2.285,75, sedangkan palladium turun 5,2% ke $1.727,40.(yds)
Sumber: Reuters.com