Wall Street Tertekan, NFP Minus dan Lonjakan Minyak Dorong Risk-off
Saham-saham AS turun pada Jumat (6/3), memperdalam pelemahan mingguan, ketika harga minyak melonjak dan pasar bereaksi terhadap penurunan tak terduga data tenaga kerja AS. Dow Jones Industrial Average merosot 673 poin atau 1,4%, sementara S&P 500 dan Nasdaq masing-masing turun 1,2% dan 1,4%.
Tekanan bertambah setelah laporan ketenagakerjaan menunjukkan nonfarm payrolls (NFP) turun 92.000 pada Februari, berbalik dari kenaikan Januari yang direvisi turun menjadi 126.000 dan jauh di bawah ekspektasi +50.000. Tingkat pengangguran naik ke 4,4% dari 4,3%, menambah kekhawatiran pasar soal ketahanan pasar tenaga kerja di tengah ketidakpastian geopolitik.
Di pasar energi, reli minyak menguat tajam dan menjadi kanal utama risk-off. Kontrak WTI menembus US$88/barel, sementara Brent diperdagangkan di atas US$90/barel ketika investor menilai dampak perang AS–Iran terhadap pasokan energi global.
Harga minyak menyentuh puncak harian setelah Presiden Donald Trump menulis di Truth Social bahwa tidak akan ada kesepakatan mengakhiri perang AS–Iran tanpa “unconditional surrender” dari Iran. Pernyataan itu mempertebal premi risiko geopolitik di pasar energi dan mendorong repricing aset berisiko.
Dari kawasan Teluk, peringatan tambahan datang setelah Menteri Energi Qatar mengatakan kepada Financial Times bahwa produsen energi Teluk mungkin perlu menetapkan force majeure dalam beberapa hari mendatang yang berujung pada penghentian produksi, dan memperingatkan skenario harga minyak bisa menuju US$150/barel jika disrupsi membesar. (Arl)
Sumber: Newsmaker.id