Emas Terkoreksi di Tengah Ketidakpastian Pembicaraan AS–Iran
Harga emas melemah seiring pelaku pasar yang menimbang peluang kesepakatan damai dalam konflik Iran. Pada saat yang sama, spot gold turun 0,7% ke US$4.785 per ons, setelah sempat turun hingga 1%.
Tekanan datang dari ketidakpastian arah pembicaraan AS–Iran menjelang berakhirnya gencatan senjata. Presiden AS Donald Trump mengatakan Wakil Presiden JD Vance siap berangkat untuk negosiasi di Islamabad, sementara Iran belum mengonfirmasi siapa yang akan mewakili Teheran; Trump juga menyebut gencatan senjata dua pekan akan berakhir “Rabu malam waktu Washington” dan kecil kemungkinan diperpanjang.
Analis Motilal Oswal Financial Services, Manav Modi, menilai pasar masih “gelisah” menunggu apakah perundingan benar-benar terjadi sebelum tenggat, di tengah sinyal yang saling bertentangan dari kedua pihak. Ketidakpastian geopolitik dan prospek kebijakan dinilai membuat emas tetap berada dalam tekanan volatilitas.
Di lintas aset, harga minyak melemah pada Selasa, sementara ekuitas global kembali menguat setelah jeda singkat. Memasuki minggu kedelapan, konflik dinilai memicu guncangan pasokan energi yang mempertebal tekanan inflasi, sehingga bank sentral cenderung menahan suku bunga tetap tinggi atau bahkan menaikkan—kondisi yang umumnya menjadi hambatan bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil; emas disebut sudah turun sekitar 10% sejak konflik dimulai akhir Februari.
Pelaku pasar juga mencermati agenda di AS terkait kandidat pimpinan The Fed, Kevin Warsh, yang memaparkan rencananya di hadapan Senate Banking Committee. Ekspektasi pelonggaran moneter tahun ini berpotensi menopang emas, sementara sikap lebih berhati-hati terhadap inflasi dapat menekan; perak turun 1,2% ke US$78,80, platinum dan palladium juga melemah, sementara Bloomberg Dollar Spot Index bergerak naik tipis. (gn)*
Sumber: Newsmaker.id