Greenland Memanas, Emas Jadi Pelarian
Emas (XAU/USD) kembali menguat tajam pada Senin (19/1) di tengah perdagangan yang tipis karena pasar AS tutup untuk memperingati Hari Martin Luther King Jr., bangkit dari pelemahan di akhir pekan lalu dan lagi-lagi mendekati area $4.700/ons. Harga menyentuh level tertinggi baru di $4.690/ons sebelum bertahan di kisaran $4.671/ons, seiring pasar masuk mode risk-off dan memburu aset safe-haven di tengah memanasnya tensi dagang AS–Eropa.
Pemicu utamanya datang dari “drama Greenland”. Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana tarif 10% mulai 1 Februari untuk barang dari delapan negara Eropa—dan mengancam eskalasi menjadi 25% per 1 Juni bila tidak ada kesepakatan terkait Greenland. Langkah ini langsung mengguncang sentimen global: saham Eropa tertekan, sementara permintaan perlindungan nilai mengalir ke emas dan logam mulia lain.
Dari sisi Eropa, wacana respons balasan juga ikut menguatkan ketidakpastian. Uni Eropa dikabarkan membahas opsi mulai dari mengaktifkan Anti-Coercion Instrument (ACI)—yang dijuluki “bazooka”—hingga mempertimbangkan kembali paket tarif balasan bernilai besar. Kombinasi ancaman tarif dan risiko balasan inilah yang membuat pasar menambah premi risiko dan menahan selera terhadap dolar, memberi ruang bagi emas untuk tetap ditopang di dekat rekor. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id