• Tue, Jul 14, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

14 July 2026 03:30  |

Minyak Melonjak, Trump Kembali Blokade Iran

Harga minyak melonjak tajam pada perdagangan Senin (13/7) setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan AS akan kembali memberlakukan blokade laut terhadap Iran. Langkah ini muncul saat Washington dan Teheran saling berebut pengaruh atas Selat Hormuz, salah satu jalur energi paling penting di dunia.

Minyak Brent, acuan minyak internasional, naik 9,6% dan ditutup di level US$83,30 per barel. Sementara itu, West Texas Intermediate atau WTI menguat 9,4% ke level US$78,14 per barel. Kenaikan tajam ini menunjukkan pasar mulai memasukkan kembali premi risiko perang ke dalam harga minyak.

Trump menyatakan bahwa AS akan mengaktifkan kembali blokade terhadap kapal Iran. Menurutnya, blokade tersebut hanya ditujukan untuk menghentikan kapal Iran atau pelanggan Iran yang ingin masuk dan keluar dari Selat Hormuz. Sementara itu, negara lain disebut tetap bisa menggunakan jalur tersebut secara terbuka dan adil.

Selain menjaga lalu lintas di Hormuz, Trump juga menuntut adanya penggantian biaya sebesar 20% dari seluruh kargo yang dikirim melalui jalur tersebut. Pernyataan ini langsung memicu kekhawatiran baru di pasar energi karena dapat meningkatkan ketegangan dengan Iran maupun negara-negara lain yang bergantung pada pengiriman melalui Hormuz.

Keputusan AS untuk kembali menerapkan blokade muncul setelah Amerika Serikat dan Iran saling melancarkan serangan pada akhir pekan. Militer AS disebut kembali menyerang Iran pada Minggu, setelah sehari sebelumnya menghantam 140 target. CENTCOM mengatakan serangan itu dilakukan sebagai respons atas serangan Garda Revolusi Iran terhadap kapal kontainer yang melintasi Selat Hormuz.

Dampaknya ke market, harga minyak berpotensi tetap tinggi selama konflik AS-Iran belum mereda. Kenaikan minyak dapat memicu kekhawatiran inflasi baru, membuat The Fed berpeluang lebih hawkish, dan menekan aset berisiko seperti saham serta crypto. Di sisi lain, sektor energi berpotensi mendapat sentimen positif dari lonjakan harga minyak.(yds)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Minyak Melonjak, Serangan Rudal Iran ke Israel Uji Gencatan ...

Harga minyak menguat tajam pada Senin setelah Iran meluncurkan beberapa gelombang rudal ke arah Israel, meningkatkan kekhawat...

8 June 2026 07:33
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai