• Mon, Jul 13, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

13 July 2026 09:11  |

Emas Tertekan, CPI dan Kevin Warsh Jadi Sorotan

Newsmaker.id - Harga emas melemah pada perdagangan Senin (13/7) setelah meningkatnya serangan Iran di kawasan Teluk mendorong harga minyak dan memperkuat kekhawatiran terhadap inflasi global. Emas spot turun sekitar 1,1% menuju US$4.076 per troy ounce, meskipun ketegangan geopolitik biasanya meningkatkan permintaan terhadap aset aman.

Tekanan terhadap emas muncul karena konflik Amerika Serikat dan Iran mengangkat harga Brent sekitar 3,3% ke kisaran US$78,50 per barel. Kenaikan harga energi dikhawatirkan memperbesar biaya produksi dan transportasi, sehingga dapat menjaga inflasi tetap tinggi serta mendorong Federal Reserve mempertahankan atau kembali menaikkan suku bunga.

Ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat turut mengangkat dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika. Pasar kini memperkirakan peluang sebesar 52,1% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga setidaknya dua kali hingga pertemuan Desember, naik dari 47,6% pada akhir pekan lalu. Kondisi tersebut mengurangi daya tarik emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil bunga.

Investor selanjutnya menantikan rilis inflasi CPI Amerika Serikat pada Selasa, 14 Juli 2026, serta kesaksian Ketua The Fed Kevin Warsh di hadapan Kongres. Warsh dijadwalkan berbicara di hadapan DPR pada 14 Juli dan Senat pada 15 Juli, dengan pasar mencari petunjuk mengenai arah suku bunga di tengah tekanan inflasi akibat perang dan kenaikan harga energi.

Dampak terhadap Market :

Emas: Harga emas berpotensi tetap tertekan apabila CPI lebih tinggi dari perkiraan dan Warsh memberikan sinyal hawkish. Namun, eskalasi konflik yang lebih besar dapat kembali memicu pembelian aset aman.

Dolar AS: Dolar berpeluang menguat karena kekhawatiran inflasi meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.

Obligasi AS: Imbal hasil Treasury berpotensi meningkat apabila pasar memperkirakan suku bunga akan bertahan tinggi lebih lama.

Minyak: Brent dan WTI berpeluang melanjutkan kenaikan jika serangan Iran menghambat pelayaran dan pasokan energi melalui Selat Hormuz.

Pasar saham: Bursa global dapat tertekan akibat kombinasi kenaikan biaya energi, risiko inflasi, dan kemungkinan kebijakan moneter yang semakin ketat.(CP)

Related News

GOLD

Harga Emas Melemah, Pasar Tunggu Keputusan The Fed

Harga emas dunia (XAU/USD) bergerak melemah di sekitar $3.335 per ons pada awal sesi Eropa hari Senin, setelah sempat mencoba...

28 July 2025 16:23
GOLD

Setelah Melambung, Emas Kini Terancam Tenggelam?

Harga emas batangan bergerak melemah dan diperkirakan mencatat kerugian mingguan kedua berturut-turut setelah pasar global me...

27 June 2025 12:22
GOLD

Di Tengah Pasar Sepi, Emas Melemah Tajam, Ada Apa?

Harga emas melemah sekitar 1,5% pada sesi Asia hari ini, meskipun aktivitas pasar regional cenderung terbatas karena libur Ta...

16 February 2026 12:41
GOLD

Bitcoin Jebol, Emas Kena Getahnya

Emas melemah di awal sesi Asia Kamis, ikut terseret gelombang jual yang bermula dari pasar kripto. Spot gold turun ke kisaran...

6 February 2026 07:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai