• Mon, Jul 13, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

13 July 2026 10:29  |

Hormuz Diperebutkan, Minyak Menyala!

Harga minyak kembali melonjak setelah Amerika Serikat menyelesaikan gelombang serangan baru terhadap Iran. Kenaikan ini terjadi di tengah perdebatan antara kedua negara mengenai status Selat Hormuz, apakah jalur penting tersebut masih terbuka atau sudah ditutup.

Brent naik ke atas US$78 per barel setelah menguat lebih dari 5% pada pekan lalu. Sementara itu, West Texas Intermediate atau WTI bergerak di sekitar US$74 per barel. Pada pukul 11.19 waktu Singapura, Brent untuk pengiriman September naik 4,1% ke US$79,15 per barel, sedangkan WTI untuk pengiriman Agustus menguat 4,2% ke US$74,40 per barel.

Komando Pusat AS atau CENTCOM menyatakan telah menyerang puluhan target Iran pada Minggu. Serangan itu disebut bertujuan melemahkan kemampuan Iran dalam menyerang kapal-kapal internasional yang melintas di Selat Hormuz. Jalur ini menjadi sangat sensitif karena merupakan salah satu rute utama perdagangan minyak dan gas dunia.

Iran sebelumnya menyatakan Selat Hormuz ditutup sampai pemberitahuan lebih lanjut. Di saat yang sama, Iran juga melancarkan serangan drone dan rudal balasan ke sekutu AS di Timur Tengah, termasuk Yordania dan Qatar. Kuwait juga melaporkan sebuah platform pengeboran lepas pantai terkena serangan dan mengalami kerusakan.

Ketegangan ini kembali memasukkan premi perang ke dalam harga minyak. Lalu lintas melalui Selat Hormuz dilaporkan hampir tidak terlihat pada Senin, meskipun jalur pelayaran selatan yang dikoordinasikan Oman masih dinyatakan tersedia. Kondisi ini membuat pasar khawatir pasokan energi global bisa terganggu jika konflik terus berlanjut.

Prospek diplomasi pun semakin meredup setelah negosiator utama Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan era kesepakatan sepihak telah berakhir. Iran menuntut AS menghormati komitmen terkait Hormuz dan normalisasi ekspor minyak sebelum pembicaraan dilanjutkan. Jika konflik mulai menyasar infrastruktur energi secara lebih luas, analis memperingatkan harga minyak berpotensi bergerak menuju US$100 per barel.(asd)

Sumber: Newsmaker.id

 

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Minyak Melonjak, Serangan Rudal Iran ke Israel Uji Gencatan ...

Harga minyak menguat tajam pada Senin setelah Iran meluncurkan beberapa gelombang rudal ke arah Israel, meningkatkan kekhawat...

8 June 2026 07:33
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai