Bursa Eropa Melemah, Saham Energi Jadi Penahan
Bursa saham Eropa ditutup sedikit melemah pada perdagangan Senin (13/7), seiring meningkatnya ketegangan perang di Timur Tengah yang kembali menekan sentimen pasar. Investor masih mencermati risiko gangguan pasokan energi setelah Amerika Serikat dan Iran saling mengancam akan memulihkan blokade terhadap kapal yang keluar dari Selat Hormuz.
Indeks Euro STOXX 50 turun tipis 0,1% ke level 6.264, sementara STOXX Europe 600 juga melemah 0,1% ke level 641. Pelemahan ini menunjukkan pasar Eropa masih bergerak hati-hati, terutama karena kawasan tersebut sangat sensitif terhadap kenaikan harga energi.
Imbal hasil obligasi pemerintah ikut naik bersama harga energi, karena pasar khawatir lonjakan minyak dapat kembali mendorong inflasi. Kondisi ini memberi tekanan pada sektor perbankan akibat potensi pengetatan kondisi kredit. Saham Santander dan Deutsche Bank masing-masing turun lebih dari 1%.
Sektor teknologi juga menjadi pemberat utama. ASML melemah 1,8%, sementara Infineon turun hampir 3%, mengikuti tekanan pada saham teknologi di Amerika Serikat dan Asia. Sentimen negatif bertambah setelah sejumlah broker menilai SK Hynix berisiko gagal mencapai panduan kinerja labanya.
Di sisi lain, kenaikan harga minyak justru menopang saham-saham energi. TotalEnergies menguat 3%, sementara ENI naik 4%. Penguatan sektor energi membantu membatasi penurunan indeks yang lebih dalam.
Dampaknya ke market, bursa Eropa masih berpotensi bergerak terbatas selama ketegangan di Selat Hormuz belum mereda. Jika harga minyak terus naik, inflasi bisa kembali menjadi ancaman bagi bank sentral, sementara sektor energi berpeluang tetap unggul dibandingkan sektor teknologi dan perbankan.(yds)
Sumber: Newsmaker.id