Emas Turun Hingga 3% Ditengah Panasnya Konflim Timur Tengah
Harga emas anjlok tajam pada perdagangan Senin (13/7) setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan akan mengaktifkan kembali blokade laut terhadap Iran. Pernyataan tersebut membuat harga minyak melonjak, memicu kekhawatiran inflasi baru, dan memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga AS bisa bertahan tinggi lebih lama.
Emas spot turun 3,1% ke level US$3.991,56 per troy ounce, menembus area psikologis US$4.000. Pelemahan ini menjadi tekanan untuk sesi kedua berturut-turut. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS turun 2,6% dan ditutup di level US$4.005,70 per troy ounce.
Tekanan terhadap emas muncul karena pasar melihat kenaikan harga minyak sebagai ancaman baru bagi inflasi. Trump mengatakan AS akan kembali menerapkan blokade laut terhadap Iran dan meminta penggantian biaya sebesar 20% atas seluruh kargo yang dikirim melalui Selat Hormuz, setelah Teheran mengklaim telah menutup jalur tersebut. Harga minyak langsung melonjak sekitar 5% merespons kabar ini.
Kenaikan minyak berisiko mendorong biaya energi dan transportasi di seluruh ekonomi. Jika tekanan inflasi kembali meningkat, bank sentral seperti The Fed berpotensi mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama atau bahkan kembali menaikkan suku bunga. Kondisi ini menjadi sentimen negatif bagi emas, karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil.
Menurut CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini melihat peluang 71% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada September. Ekspektasi ini membuat tekanan terhadap emas semakin besar, terutama jika dolar AS dan imbal hasil obligasi ikut menguat.
Pelaku pasar kini menunggu testimoni pertama Ketua The Fed Kevin Warsh di hadapan Kongres pada Selasa. Selain itu, data inflasi penting AS seperti Consumer Price Index dan Producer Price Index juga akan menjadi perhatian utama pekan ini. Jika data inflasi lebih panas dari perkiraan, emas berisiko melanjutkan pelemahan.
Secara teknikal, tembusnya area US$4.000 menjadi sinyal penting bagi pasar emas. Jika tekanan jual terus berlanjut, analis memperkirakan emas berpotensi bergerak menuju area US$3.800 terlebih dahulu. Namun, jika tekanan semakin kuat, target penurunan berikutnya bisa terbuka ke sekitar US$3.500 dalam jangka lebih panjang.(yds)
Sumber: Newsmaker.id