• Thu, Jun 25, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

24 June 2026 11:52  |

Minyak Turun Usai Hormuz Membaik

Harga minyak kembali melemah pada perdagangan Rabu (24/06), seiring meningkatnya jumlah kapal tanker yang mulai melintasi Selat Hormuz secara terbuka. Kondisi ini menunjukkan kepercayaan pelaku pasar mulai membaik setelah Amerika Serikat dan Iran memberi sinyal kemajuan dalam upaya mengakhiri konflik.

Harga Brent bergerak turun mendekati US$76 per barel setelah sebelumnya melemah 1,1%. Sementara itu, West Texas Intermediate atau WTI berada di bawah US$73 per barel. Kapal-kapal tanker kini mulai menyalakan sinyal satelit saat melewati jalur tersebut, menandakan pemilik kapal merasa risiko keamanan mulai berkurang.

Sentimen pasar juga didukung oleh pernyataan International Maritime Organization yang menyebut telah menerima jaminan keselamatan bagi ratusan kapal untuk keluar dari Teluk Persia. Hal ini meredakan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan minyak global, mengingat Selat Hormuz merupakan salah satu jalur energi paling penting di dunia.

Meski demikian, proses perdamaian antara Washington dan Teheran diperkirakan masih panjang. Kedua pihak memang menunjukkan kemajuan awal, tetapi sejumlah isu penting masih belum selesai, termasuk pengaturan administrasi Selat Hormuz, biaya transit, serta kekhawatiran bahwa Iran dapat mengenakan pungutan tertentu terhadap kapal yang melintas.

Tekanan terhadap harga minyak juga datang dari ekspektasi meningkatnya pasokan global. Amerika Serikat untuk sementara mengizinkan pembelian minyak Iran sebagai bagian dari proses diplomasi, sementara sejumlah produsen Teluk mulai memulihkan ekspor. Uni Emirat Arab bahkan telah kembali mencapai hampir 85% dari tingkat produksi sebelum perang, sementara Kuwait dan Irak juga mulai meningkatkan produksi.

Namun, pasar belum sepenuhnya lepas dari risiko. Di Amerika Serikat, data industri menunjukkan persediaan minyak di pusat penyimpanan Cushing, Oklahoma, kembali turun sekitar 1 juta barel. Jika dikonfirmasi oleh data resmi, stok tersebut bisa berada di bawah level 20 juta barel, yang sering dianggap sebagai batas minimum operasional. Artinya, meski harga minyak tertekan oleh membaiknya situasi Hormuz, potensi ketatnya pasokan di beberapa wilayah masih perlu diwaspadai.(Asd)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Minyak Melonjak, Serangan Rudal Iran ke Israel Uji Gencatan ...

Harga minyak menguat tajam pada Senin setelah Iran meluncurkan beberapa gelombang rudal ke arah Israel, meningkatkan kekhawat...

8 June 2026 07:33
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai