Emas Tertekan Dolar AS dan Ekspektasi The Fed
Harga emas kembali melanjutkan pelemahan pada perdagangan Kamis, bergerak di dekat level terendah dalam lebih dari tujuh bulan terakhir. Tekanan utama datang dari penguatan dolar Amerika Serikat dan meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve masih berpeluang memperketat kebijakan moneternya pada tahun ini.
Harga emas spot turun 0,2% ke level US$3.992,60 per troy ounce pada pukul 05.56 ET atau 09.56 GMT. Sementara itu, harga emas berjangka Amerika Serikat relatif stabil di level US$4.008,22. Sebelumnya, emas sempat jatuh di bawah level psikologis US$4.000 per troy ounce pada Rabu, untuk pertama kalinya sejak November 2025.
Pelemahan emas semakin dalam karena dolar AS bertahan di level tertinggi dalam 13 bulan setelah mencatat penguatan selama enam sesi berturut-turut. Kondisi ini didukung oleh meningkatnya spekulasi bahwa The Fed dapat kembali menaikkan suku bunga. Berdasarkan CME FedWatch, pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sekitar sepertiga pada Juli dan 66% pada September.
Penguatan dolar AS membuat emas menjadi lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain. Di saat yang sama, prospek suku bunga yang lebih tinggi juga mengurangi daya tarik emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil. Analis ING menilai pelemahan emas mencerminkan perubahan fokus pasar, dari permintaan aset aman menuju kekhawatiran terhadap suku bunga tinggi dan kondisi keuangan yang lebih ketat.
Selain faktor suku bunga, meredanya ketegangan geopolitik juga ikut mengurangi dukungan terhadap emas. Kemajuan dalam upaya perdamaian Amerika Serikat dan Iran, serta penurunan harga minyak, membuat premi risiko yang sebelumnya menopang emas mulai berkurang. Investor kini menunggu rilis data Pengeluaran Konsumsi Pribadi atau PCE Amerika Serikat, yang menjadi indikator inflasi pilihan The Fed, untuk mencari petunjuk arah kebijakan moneter selanjutnya.
Di pasar logam mulia lainnya, harga perak naik tipis 0,1% menjadi US$57,50 per troy ounce setelah sebelumnya turun lebih dari 6%. Analis ING menilai pasar perak masih berpotensi mengalami defisit, tetapi beberapa faktor pendukung permintaan mulai melemah. Sementara itu, harga platinum turun 0,3% menjadi US$1.581,60 per troy ounce setelah merosot 4,5% pada perdagangan Rabu.
Untuk logam industri, kontrak berjangka tembaga acuan di London Metal Exchange naik 1,7% menjadi US$13.255,95 per ton. Adapun kontrak berjangka tembaga Amerika Serikat menguat 1,6% ke level US$6,04 per pon. Pergerakan ini menunjukkan bahwa tekanan besar masih lebih terasa pada emas dan sebagian logam mulia, sementara tembaga mulai mendapat dorongan dari sentimen pasar yang lebih positif.(gn)
Sumber: Newsmaker.id