Minyak Hampir Hapus Kenaikan!
Harga minyak kembali melemah dan hampir menghapus seluruh kenaikan yang terjadi selama masa perang AS-Iran. Brent turun mendekati US$73 per barel setelah anjlok 4% pada sesi sebelumnya, sementara West Texas Intermediate atau WTI bergerak di sekitar US$70 per barel. Posisi ini membuat harga minyak hanya berjarak tipis dari level penutupan sebelum perang dimulai.
Tekanan utama datang dari tanda-tanda membanjirnya pasokan di pasar fisik. Pembeli minyak kini menerima lebih banyak penawaran dari kawasan Timur Tengah hingga Afrika. Kondisi ini menunjukkan bahwa kekhawatiran kekurangan pasokan mulai mereda, terutama setelah arus kapal melalui Selat Hormuz kembali meningkat dan sejumlah tanker melintas secara terbuka dengan sinyal satelit aktif.
Kemajuan pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran juga ikut menekan harga minyak. Kedua negara sama-sama memberi sinyal adanya progres awal untuk mengakhiri perang, meskipun beberapa klaim dari kedua pihak masih berbeda. Pasar juga tetap mencermati hambatan lanjutan, termasuk isu nuklir dan gencatan senjata di Lebanon yang bisa menentukan apakah kesepakatan damai permanen benar-benar dapat tercapai.
Dampak pemulihan pasokan terlihat pada struktur pasar minyak. Brent prompt spread, yang sering dipakai untuk membaca ketat atau longgarnya pasokan, berubah ke struktur contango yang cenderung bearish untuk pertama kalinya sejak perang dimulai. Artinya, pasar mulai melihat pasokan jangka pendek tidak lagi seketat sebelumnya, sehingga pembeli tidak perlu membayar premi tinggi untuk mendapatkan minyak lebih cepat.
Selain itu, waiver sementara dari Amerika Serikat untuk pembelian minyak Iran yang sudah dimuat berpotensi menambah pasokan ke pasar global. Namun, hambatan pembiayaan dan asuransi masih bisa membatasi penjualan minyak Iran dalam waktu dekat. Karena itu, meskipun sentimen harga sedang melemah, pasar belum sepenuhnya menganggap pasokan Iran akan kembali normal tanpa kendala.
Meski harga minyak turun tajam, risiko ketatnya pasokan belum sepenuhnya hilang. Di Amerika Serikat, stok minyak di Cushing, Oklahoma, turun ke sekitar 19 juta barel, di bawah level yang dianggap sebagai kebutuhan operasional minimum. Artinya, harga minyak memang sedang ditekan oleh pemulihan pasokan global dan meredanya risiko perang, tetapi stok yang rendah di beberapa titik penting masih dapat menahan penurunan lebih dalam.(asd)*
Sumber: Newsmsker.id