Hang Seng Jatuh ke Level Terendah Setahun
Indeks Hang Seng melemah tajam pada perdagangan terbaru di Hong Kong, turun sekitar 1,4% ke level 23.076,91. Pelemahan ini membawa indeks ke level penutupan terendah dalam setidaknya satu tahun, setelah sehari sebelumnya sempat naik tipis 0,3%. Tekanan tersebut menunjukkan bahwa minat investor terhadap saham Hong Kong masih rapuh di tengah pelemahan sektor teknologi, perdagangan, dan industri.
Alibaba menjadi pemberat terbesar indeks setelah sahamnya turun 4,4%. Sementara itu, Sunny Optical Technology mencatat penurunan paling dalam dengan pelemahan 11,7%. Secara keseluruhan, 60 dari 93 saham anggota Hang Seng melemah, sementara hanya 33 saham yang menguat. Dua dari empat sektor utama ditutup lebih rendah, dipimpin oleh saham commerce dan industry.
Tekanan pada Hang Seng juga mencerminkan sentimen negatif yang lebih luas terhadap saham China dan Hong Kong. Investor masih mencermati perlambatan ekonomi China, tekanan terhadap saham teknologi, serta kuatnya dolar AS yang membuat aset Asia kurang menarik. Kondisi ini membuat indeks Hong Kong tertinggal jauh dibandingkan pasar Asia lain yang sebagian masih mendapat dorongan dari reli saham chip dan kecerdasan buatan.
Secara kinerja, tekanan Hang Seng terlihat cukup dalam. Indeks sudah turun 6,9% sepanjang kuartal ini, menuju pelemahan kuartalan terbesar sejak kuartal II 2023. Sepanjang bulan ini, Hang Seng melemah 8,4%, sementara dalam lima hari terakhir turun 5,1%. Indeks juga sudah berada 17,7% di bawah puncaknya pada 29 Januari 2026, menandakan koreksi yang cukup besar dari level tertinggi tahun ini.
Meski valuasi mulai terlihat lebih murah, tekanan pasar belum sepenuhnya mereda. Hang Seng diperdagangkan pada rasio harga terhadap laba sekitar 12,1 kali secara trailing dan 10,6 kali berdasarkan estimasi laba tahun depan, dengan dividend yield sekitar 3%. Namun, valuasi murah belum cukup menarik investor selama sentimen terhadap China, sektor teknologi, dan arus modal asing masih lemah.
Ke depan, investor akan mencermati apakah Hang Seng mampu bertahan di sekitar area 23.000 atau kembali menembus lebih rendah. Jika tekanan pada Alibaba, saham teknologi, dan sektor industri berlanjut, indeks berisiko memperpanjang koreksi. Namun, jika ada sinyal stimulus China, perbaikan data ekonomi, atau pelemahan dolar AS, Hang Seng berpeluang mencoba rebound teknikal dari level rendahnya.(Asd)
Sumber: Newsmaker.id