• Fri, Jun 26, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

26 June 2026 07:13  |

PCE AS Bantu Tahan Pelemahan Emas

Harga emas bergerak stabil di sekitar level US$4.000 per troy ounce setelah data inflasi terbaru Amerika Serikat meredakan ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve. Pergerakan ini menutup pekan yang cukup bergejolak bagi emas, setelah sebelumnya logam mulia tersebut sempat jatuh ke level terendah sejak November.

Harga emas spot bergerak relatif datar pada awal perdagangan, setelah pada sesi sebelumnya sempat pulih sekitar 0,7%. Pemulihan tersebut terjadi setelah imbal hasil obligasi Treasury AS turun pada Kamis, mengikuti rilis indeks harga Personal Consumption Expenditures atau PCE, yang merupakan indikator inflasi pilihan The Fed.

Data PCE AS bulan Mei naik 0,4%, lebih rendah dari perkiraan pasar. Hasil ini membantu meredakan tekanan terhadap emas karena investor mulai memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Pelaku pasar obligasi kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga tahun ini sedikit menurun, sementara peluang kenaikan pada bulan depan menyusut menjadi sekitar satu banding tiga.

Kondisi tersebut penting bagi emas karena suku bunga tinggi biasanya menjadi tekanan bagi logam mulia. Emas tidak memberikan imbal hasil seperti obligasi, sehingga ketika bunga dan yield naik, daya tarik emas cenderung berkurang. Sebaliknya, ketika ekspektasi kenaikan suku bunga mereda dan yield turun, emas biasanya mendapat ruang untuk stabil atau rebound.

Dolar AS juga ikut menjadi perhatian pasar. Indeks dolar sempat menghentikan tren kenaikan pada Kamis setelah sebelumnya menguat sekitar 1,8% sejak rapat terbaru The Fed pekan lalu. Dalam pertemuan tersebut, para pembuat kebijakan memberi sinyal dukungan terhadap biaya pinjaman yang lebih tinggi, sementara Ketua The Fed Kevin Warsh menunjukkan nada kebijakan yang lebih hawkish.

Dolar yang lebih kuat biasanya menekan harga komoditas, termasuk emas, karena membuat aset yang dihargai dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli dengan mata uang lain. Karena itu, pelemahan dolar setelah data inflasi AS ikut membantu mengurangi tekanan pada emas.

Meski demikian, pemulihan emas masih terlihat terbatas. Harga emas spot tercatat turun tipis 0,1% ke sekitar US$4.021,88 per troy ounce pada awal perdagangan Asia. Sementara itu, perak juga melemah 0,1% ke US$57,80 setelah sebelumnya naik 0,8% pada Kamis. Platinum dan palladium turut bergerak lebih rendah.

Secara keseluruhan, emas masih berada di jalur pelemahan mingguan keempat berturut-turut. Artinya, meskipun data inflasi AS memberi sedikit napas bagi pasar, tekanan dari ekspektasi kebijakan The Fed yang masih ketat belum sepenuhnya hilang. Ke depan, arah emas akan sangat bergantung pada pergerakan dolar, yield Treasury, dan sinyal lanjutan dari pejabat The Fed mengenai suku bunga.(asd)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GOLD

Harga Emas Melemah, Pasar Tunggu Keputusan The Fed

Harga emas dunia (XAU/USD) bergerak melemah di sekitar $3.335 per ons pada awal sesi Eropa hari Senin, setelah sempat mencoba...

28 July 2025 16:23
GOLD

Setelah Melambung, Emas Kini Terancam Tenggelam?

Harga emas batangan bergerak melemah dan diperkirakan mencatat kerugian mingguan kedua berturut-turut setelah pasar global me...

27 June 2025 12:22
GOLD

Di Tengah Pasar Sepi, Emas Melemah Tajam, Ada Apa?

Harga emas melemah sekitar 1,5% pada sesi Asia hari ini, meskipun aktivitas pasar regional cenderung terbatas karena libur Ta...

16 February 2026 12:41
GOLD

Bitcoin Jebol, Emas Kena Getahnya

Emas melemah di awal sesi Asia Kamis, ikut terseret gelombang jual yang bermula dari pasar kripto. Spot gold turun ke kisaran...

6 February 2026 07:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai