Ancaman Iran Dongkrak Minyak, Brent dan WTI Ditutup Menguat
Harga minyak dunia ditutup menguat pada Rabu (18/3) setelah pernyataan Iran yang mengancam perluasan serangan ke fasilitas energi di Timur Tengah kembali mengerek premi risiko, meski pasar juga menimbang faktor pasokan dan data inventori AS. Ketegangan perang AS–Israel vs Iran yang masih memanas membuat pelaku pasar tetap menempel pada headline keamanan energi dan jalur pengiriman.
Pada penutupan perdagangan, Brent naik $5,14 menjadi $108,56 per barel, sementara WTI menguat $2,17 dan ditutup di $98,38 per barel.
Reli minyak terjadi seiring meningkatnya kekhawatiran pasar bahwa ancaman terhadap infrastruktur energi Teluk dapat memperpanjang gangguan pasokan. Reuters mencatat ancaman itu muncul setelah serangan terhadap aset gas Iran dan pernyataan dari IRGC yang menempatkan fasilitas di kawasan sebagai potensi target balasan—mendorong pasar kembali mem-price-in risiko eskalasi yang dapat menyentuh pasokan fisik, bukan sekadar volatilitas finansial.
Namun di sisi lain, pasar juga mendapat “penahan” dari data persediaan AS. Laporan EIA menunjukkan stok minyak mentah AS naik jauh di atas ekspektasi, yang biasanya bersifat bearish, tetapi dampaknya tertutup oleh faktor geopolitik dan pergerakan spread. Pada saat yang sama, Reuters menyoroti pelebaran gap WTI–Brent yang dipengaruhi biaya logistik dan dinamika pengiriman, membuat WTI tidak ikut setinggi Brent.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id