Emas Rebound, Ceasefire Israel–Lebanon Jadi Sorotan
Harga emas menguat pada Kamis setelah Israel dan Lebanon menyepakati gencatan senjata bersyarat, yang dipandang sebagai langkah untuk meredakan konflik Timur Tengah yang selama ini mengganggu pasar energi. Emas sempat naik hingga sekitar 1% dan menembus US$4.475/oz, membalikkan penurunan sesi sebelumnya ketika pembeli kembali masuk di area harga rendah.
Kesepakatan itu diumumkan lewat pernyataan bersama Israel, Lebanon, dan AS, dengan syarat “penghentian tembakan sepenuhnya” dari Hezbollah yang didukung Iran. Ini menjadi upaya terbaru Washington menjaga jalur diplomasi Iran tetap hidup, setelah bentrokan Rabu—yang melibatkan Kuwait dan Bahrain—mengancam menggagalkan negosiasi AS–Iran.
Meski ada kerangka kasar untuk memperpanjang gencatan dan membuka kembali Selat Hormuz, kesepakatan final masih sulit dicapai. Trump mengatakan Hormuz akan dibuka “segera” setelah Iran menandatangani MoU, namun Teheran masih menolak sebagian syarat. Selama gangguan arus energi lewat Hormuz belum berakhir, risiko inflasi global tetap tinggi dan mendorong bank sentral cenderung menahan suku bunga tinggi lebih lama.
Di pasar, emas masih bergerak dalam konteks yang rapuh. Sejak konflik pecah akhir Februari, emas sudah turun tajam dan masih sekitar 15% di bawah level pra-perang, meski beberapa pekan terakhir bergerak dalam rentang sempit. Setelah reli tiga hari, minyak justru terkoreksi usai kabar gencatan Israel–Lebanon, membantu mengurangi tekanan jangka pendek dari yield dan dolar.
Namun, ruang pemulihan emas dinilai tetap terbatas tanpa resolusi yang lebih menyeluruh. Pejabat The Fed seperti Lorie Logan menyebut kenaikan suku bunga bisa diperlukan lagi jika inflasi tidak kembali ke 2%, dan analis menilai selama pasar masih mem-price-in risiko pengetatan, emas sulit membangun reli yang benar-benar kuat.
Pada perdagangan Asia pukul 11:45 di Singapura, emas spot naik 0,6% ke US$4.460,20/oz. Perak naik 0,8% ke US$73,34, sementara platinum dan palladium ikut menguat. Indeks dolar Bloomberg relatif stabil setelah naik pada sesi sebelumnya.(asd)
Sumber : Newsmaker.id