Franc Swiss Tertekan, Inflasi Lemah Redam Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga
Franc Swiss pada Kamis (04/06) melemah ke kisaran 0,79 per dolar AS, mendekati level terlemahnya sejak awal April. Pelemahan ini terjadi setelah data inflasi Swiss yang lebih rendah dari perkiraan membuat ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Swiss National Bank atau SNB pada bulan ini ikut mereda.
Inflasi tahunan Swiss pada Mei tercatat sebesar 0,6%, masih menjadi level tertinggi sejak Desember 2024, namun berada di bawah perkiraan pasar sebesar 0,8%. Sebelumnya, inflasi Swiss sempat hampir datar pada awal tahun, lalu mulai naik tipis setelah serangan terhadap Iran pada akhir Februari yang memicu kekhawatiran baru terhadap harga energi global.
Meski begitu, tekanan inflasi di Swiss dinilai tidak sekuat kawasan euro. Hal ini karena Swiss memiliki ketergantungan yang lebih rendah terhadap minyak dan gas, berkat dukungan energi dari pembangkit listrik tenaga air Pegunungan Alpen dan tenaga nuklir. Ketua SNB, Martin Schlegel, juga menyampaikan bahwa meskipun inflasi belakangan sedikit meningkat, tekanan dalam jangka menengah masih relatif tidak banyak berubah.
Investor kini memperkirakan SNB akan mempertahankan suku bunga acuannya di level 0% hingga akhir tahun. Di sisi lain, pasar tetap mencermati perkembangan geopolitik Timur Tengah, termasuk klaim Iran yang menargetkan kapal komando AS di Teluk Oman, voting DPR AS yang dipimpin Partai Republik untuk menghentikan aksi militer terhadap Iran, serta kesepakatan gencatan senjata bersyarat antara Israel dan Lebanon. (asd)
Sumber: Newsmaker.id