• Thu, Jun 4, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

4 June 2026 03:30  |

Minyak Melonjak, Serangan AS–Iran dan Stok AS Angkat Risiko Pasokan

Harga minyak naik untuk hari ketiga berturut-turut setelah pertukaran serangan baru antara AS dan Iran kembali meragukan peluang kesepakatan damai yang bisa membuka Selat Hormuz. Pada perdagangan Rabu (3/6), WTI naik 2,4% dan ditutup di US$96,02/barel, memperpanjang kenaikan pekan ini menjadi sekitar 9,6%. Brent kontrak Agustus naik 1,9% dan ditutup di US$97,81/barel.

Kenaikan dipicu eskalasi di lapangan. Setelah AS dilaporkan menghantam kapal tanker kosong yang menuju Iran, militer AS mengatakan mereka mendapat serangan rudal dan drone. Iran juga disebut menarget pangkalan angkatan laut utama AS di kawasan yang berada di Bahrain, serta sebuah pangkalan udara di Kuwait. Di sisi lain, perang Israel di Lebanon ikut menambah kompleksitas negosiasi, membuat pasar semakin sulit mem-price-in de-eskalasi yang cepat.

Fokus pasar tetap pada status gencatan senjata dan masa depan arus tanker di Hormuz. Ketidakjelasan ini membuat harga mudah berayun; bulan lalu minyak sempat melemah karena optimisme deal, tetapi keterlambatan resolusi kini meningkatkan kekhawatiran dunia harus terus menguras persediaan minyak sambil menunggu ekspor Teluk pulih penuh.

Yang membuat pasar lebih sensitif adalah kondisi stok. Data pemerintah AS menunjukkan stok minyak/petroleum nasional turun delapan pekan beruntun, terpanjang sejak awal 2022. Stok di Cushing, Oklahoma—titik serah WTI—turun pekan keenam berturut-turut dan mendekati level minimum operasional, mempersempit “bantalan” bila gangguan pasokan Hormuz berlangsung lama.

Menjelang penutupan, Tasnim melaporkan komunikasi Iran–AS masih berjalan, tetapi belum ada kemajuan dalam negosiasi. Di AS, Trump disebut meminta Iran menuliskan konsesi nuklir secara spesifik sebagai bagian dari kesepakatan awal, setelah sebelumnya Iran memberi jaminan lisan. Volatilitas yang tinggi juga membuat pelaku pasar mengurangi posisi; open interest Brent turun ke level terendah sejak Agustus, menandakan posisi spekulatif makin terbatas.

Di luar Timur Tengah, risiko pasokan lain ikut menjadi latar: Rusia melaporkan serangkaian drone ditembak jatuh di wilayah Leningrad, sementara Ukraina mengklaim menyerang Petersburg Oil Terminal dan target militer. Kombinasi eskalasi geopolitik dan stok AS yang menipis membuat premi risiko kembali “lengket”, sehingga harga minyak tetap sangat headline-driven dalam jangka pendek.(arl)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai