• Tue, Mar 17, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

17 March 2026 13:06  |

Minyak Naik, Serangan Iran ke Aset Energi Dorong Premi Risiko Hormuz

Harga minyak menguat setelah mencatat penurunan pertama dalam hampir sepekan, seiring Iran meningkatkan serangan terhadap infrastruktur energi di sekitar Teluk Persia. Sentimen pasar kembali fokus pada risiko pasokan, terutama ketika konflik memasuki pekan ketiga dan jalur pengiriman di Selat Hormuz masih nyaris terhenti.

Brent bergerak naik mendekati US$105 per barel setelah turun 2,8% pada hari Senin, sementara WTI berada di sekitar US$98. Operasi di ladang gas Shah di Uni Emirat Arab dilaporkan sempat dihentikan, sementara ladang minyak di Irak serta sebuah pelabuhan utama di UEA juga menjadi sasaran drone dan rudal Iran.

Gangguan ini menawarkan pasokan prospek energi global karena hambatan di Hormuz mulai terasa pada sisi konsumsi, khususnya di Asia. Secara kumulatif, harga minyak disebut sudah naik lebih dari 40% sejak perang dimulai, meski pasar sempat terkoreksi pada Senin ketika AS bersiap melepaskan tahap awal cadangan darurat minyak mentah.

Namun pasar tetap bergerak dalam tarikan dua arah: headline geopolitik yang memanaskan premi risiko yang dihadapi dengan upaya stabilisasi pasokan melalui rilis stok dan penyesuaian logistik. Pola ini membuat volatilitas harian melebar karena pasar terus mencoba mengukur berapa pasokan yang benar-benar hilang dan berapa lama gangguan akan bertahan.

Dari sisi kebijakan, Presiden AS Donald Trump mengancam memperluas serangan ke Pulau Kharg untuk menarget infrastruktur minyak, sementara menyatakan Washington sedang menekan kemampuan Iran mengancam pelayaran komersial di Hormuz dan kembali meminta dukungan negara lain untuk mengamankan jalur tersebut. Pada saat yang sama, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan Washington masih membiarkan Iran mengapalkan minyak melalui jalur itu, menambah kompleksitas interpretasi risiko.

Di kawasan, UEA dan Kuwait dilaporkan kembali mengurangi output, sementara Saudi dan UEA berupaya meningkatkan ekspor melalui rute alternatif yang mem-bypass Hormuz. JPMorgan menilai transit di selat itu berpotensi menjadi “kondisional” ketergantungan afiliasi politik kapal, sementara data Bloomberg menunjukkan jumlah kapal Iran yang melonjak ke level tertinggi masa perang pada Senin. Brent untuk Mei naik 4,7% menjadi US$104,89 per barel pada 06.02 di London, dan WTI untuk April naik 5,2% menjadi US$98,35.(asd)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
OIL

Brent Stabil, Risiko Hormuz Belum Hilang

Harga minyak bergerak stabil setelah Amerika Serikat dan Iran menyampaikan nada positif dalam pembicaraan terkait program nuk...

18 February 2026 15:41
BIAS23.com NM23 Ai