Saham Asia Menguat Tipis, Pasar Tunggu Keputusan Bank Sentral
Saham Asia bergerak naik tipis pada awal perdagangan setelah reli global yang dipicu oleh kesepakatan AS–Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz. Indeks saham regional MSCI naik 0,1%, sementara futures saham AS melemah tipis setelah S&P 500 sebelumnya naik 1,7% dan Nasdaq 100 melonjak 3,1%. Minyak Brent kembali naik 0,6% mendekati US$84/barel setelah turun tajam pada Senin.
Sentimen pasar masih ditopang harapan bahwa konflik AS–Iran mulai mereda dan jalur energi utama dunia bisa kembali normal. Presiden Donald Trump mengatakan Hormuz sudah sebagian dibuka dan akan dibuka sepenuhnya pada Jumat. Namun, pelaku pasar tetap berhati-hati karena arus pelayaran, pasokan energi, dan stok minyak masih membutuhkan waktu untuk pulih sepenuhnya.
Fokus investor kini bergeser ke keputusan bank sentral. Reserve Bank of Australia diperkirakan menahan suku bunga untuk pertama kalinya tahun ini, sementara Bank of Japan diperkirakan menaikkan suku bunga ke level tertinggi sejak 1995. Federal Reserve juga akan mengumumkan keputusan pada Rabu, dengan pasar memperkirakan suku bunga tetap di kisaran 3,5%–3,75% di bawah Ketua baru Kevin Warsh.
Secara fundamental, kesepakatan AS–Iran dapat mengurangi tekanan inflasi jika harga minyak tetap lebih rendah, tetapi dampaknya terhadap kebijakan moneter belum langsung besar. Bank sentral masih perlu melihat apakah pembukaan Hormuz benar-benar berjalan, apakah harga energi stabil, dan bagaimana data ekonomi terbaru berkembang. Selain keputusan suku bunga, pasar juga menunggu data China, termasuk retail sales dan industrial production Mei.
5 poin inti:
- Saham Asia naik tipis setelah reli global akibat deal AS–Iran.
- MSCI Asia menguat 0,1%, sementara futures AS melemah tipis.
- Brent naik 0,6% mendekati US$84/barel setelah jatuh tajam.
- Fokus pasar tertuju pada keputusan RBA, BoJ, dan The Fed pekan ini.
- Data China juga menjadi perhatian untuk membaca kekuatan ekonomi regional.(asd)
Sumber: Newsmaker.id