Dolar Stabil, Fed Jadi Fokus Setelah Deal AS–Iran
Dolar AS bergerak stabil di sekitar 99,7 pada Selasa setelah melemah pada sesi sebelumnya. Pasar mulai mengalihkan fokus dari kabar kesepakatan damai AS–Iran menuju keputusan kebijakan Federal Reserve pekan ini.
Pada Senin, dolar sempat tertekan setelah Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa AS telah mencapai kesepakatan damai dengan Iran. Perjanjian itu diharapkan dapat membuka kembali akses melalui Selat Hormuz dan dijadwalkan ditandatangani di Swiss pada Jumat. Sentimen tersebut menurunkan permintaan dolar sebagai aset safe haven.
Namun, pelemahan dolar tidak berlanjut tajam karena investor masih menunggu kejelasan dari The Fed. Bank sentral AS diperkirakan mempertahankan suku bunga pada pertemuan pertama di bawah Ketua baru Kevin Warsh. Meski begitu, tekanan inflasi masih menjadi perhatian setelah konflik Iran sempat mendorong harga energi lebih tinggi.
Secara fundamental, arah dolar saat ini berada di antara dua kekuatan. Deal AS–Iran dapat menurunkan risiko energi dan meredakan tekanan inflasi, tetapi data inflasi yang lebih panas membuat pasar tetap berhati-hati terhadap kemungkinan sikap Fed yang lebih ketat. Jika Fed memberi sinyal hawkish, dolar berpotensi kembali mendapat dukungan.
Fokus pasar pekan ini juga mencakup keputusan bank sentral lain, termasuk Jepang, Australia, Inggris, dan sejumlah ekonomi utama. Arah dolar berikutnya akan bergantung pada nada The Fed, perkembangan final kesepakatan AS–Iran, harga minyak, serta ekspektasi pasar terhadap suku bunga global.(asd)
Sumber: Newsmaker.id