Wall Street Anjlok, Dampak Perang Iran Kian Dalam
Saham-saham AS kembali anjlok pada Jumat (20/3) seiring konflik AS dan Israel melawan Iran—yang mendorong harga minyak melonjak tajam, belum menunjukkan tanda-tanda akan segera berakhir. Sentimen pasar kembali masuk mode risk-off karena investor khawatir lonjakan energi akan memicu inflasi, menggerus pertumbuhan, dan menahan ruang pelonggaran suku bunga.
Dow Jones Industrial Average turun 443,96 poin atau 0,96% dan ditutup di 45.577,47. S&P 500 melemah 1,51% dan berakhir di 6.506,48, sementara Nasdaq Composite merosot 2,01% ke 21.647,61. Indeks small-cap Russell 2000 turun lebih dari 2% dan resmi masuk wilayah koreksi—yakni penurunan sekitar 10% dari puncak terbarunya. Dow dan Nasdaq juga sudah berada sangat dekat menuju koreksi.
Tekanan pasar terjadi setelah Iran dan Israel kembali saling melancarkan serangan semalam. Iran juga meluncurkan serangan baru ke situs energi di wilayah Teluk Persia, memperkuat kekhawatiran bahwa gangguan pasokan energi bisa berlarut-larut dan menjaga volatilitas minyak tetap tinggi.
Di sisi geopolitik, eskalasi militer ikut menambah kegelisahan. The Wall Street Journal melaporkan—mengutip pejabat AS—bahwa Pentagon mengirim ribuan marinir tambahan ke Timur Tengah. Sementara CBS News menyebut ada “persiapan besar-besaran” untuk kemungkinan pengiriman pasukan darat ke Iran, berdasarkan beberapa sumber.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id