Deadline Hormuz Kian Dekat, Harga Minyak Tertahan
Harga minyak bertahan di sekitar US$110/barel menjelang tenggat Selasa (7/4) pukul 20.00 ET yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz atau menghadapi ancaman penghancuran infrastruktur kunci. Brent sempat memangkas kenaikan awal dan bergerak nyaris datar dalam sesi yang volatil, sementara WTI juga mengurangi penguatannya.
Trump mengatakan pembicaraan dengan Iran “berjalan baik”, tetapi sekaligus mempertegas konsekuensi jika kesepakatan tidak tercapai. Ia menyebut militer AS bisa menghancurkan “setiap jembatan” di Iran dan membuat pembangkit listrik “terbakar” serta tidak dapat digunakan lagi—langkah yang disebut sebagai pelanggaran Konvensi Jenewa. Iran memperingatkan akan membalas dengan meningkatkan serangan terhadap infrastruktur energi di Teluk Persia, yang berpotensi memperparah kelangkaan bahan bakar global dan memperbesar dampak ke ekonomi dunia.
Kekhawatiran pasokan jangka pendek juga tercermin di pasar derivatif. Prompt spread WTI—selisih dua kontrak terdekat—sempat mendekati US$15,50/barel, mendekati premi rekor, seiring ekspektasi pasokan AS makin ketat ketika pembeli luar negeri memburu minyak mentah Amerika.
Pada 10:01 London, Brent Juni stabil di US$109,45/barel, sementara WTI Mei diperdagangkan di US$112,73/barel. (Arl)
Sumber: Newsmaker.id