Minyak Melemah, Saham Menguat Terkait Harapan Perdamaian di Timur Tengah
Harga minyak melemah dan pasar saham menguat pada Rabu (25/3) setelah laporan menyebut Amerika Serikat telah mengirimkan rencana damai kepada Iran. Setelah hampir empat pekan konflik, investor merespons cepat setiap sinyal bahwa permusuhan bisa mereda, sementara dolar AS—yang biasanya menguat saat risk-off—mulai kehilangan sebagian dukungan safe haven.
Meski demikian, analis mengingatkan risiko eskalasi belum hilang. Kedatangan tambahan pasukan AS ke Timur Tengah serta serangan rudal terbaru antara Iran dan Israel menunjukkan tensi masih tinggi dan arah konflik tetap sulit diprediksi. “Harga minyak bergerak turun… memberi sedikit napas bagi pasar saham yang sempat terbebani kekhawatiran inflasi,” kata Matt Britzman, analis ekuitas senior di Hargreaves Lansdown. Ia menambahkan situasi masih sangat dinamis dan terlalu dini untuk memprediksi sisa pekan ini.
Dampak ekonomi dari krisis mulai terasa di berbagai negara, memaksa pemerintah mempertimbangkan langkah penghematan energi. Di sisi lain, Teheran mengumumkan akan mengizinkan kapal pengangkut minyak dari negara “non-hostile” melintasi Selat Hormuz—jalur vital energi global—yang memberi sedikit kelegaan bagi sebagian importir.
Kontrak berjangka minyak sempat anjlok lebih dari 6% sebelum memangkas penurunan, dengan Brent kembali berada sedikit di bawah $100 per barel. Pelemahan terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menyampaikan optimisme bahwa perang bisa diakhiri dan menyatakan para pejabat “sedang berada dalam negosiasi sekarang.”
Kepala International Energy Agency (IEA) Fatih Birol mengatakan lembaganya “siap melangkah” untuk melakukan rilis tambahan cadangan minyak “jika dan ketika diperlukan.” Pernyataan ini menambah sinyal bahwa otoritas energi global bersiap menahan gejolak pasokan bila gangguan berlanjut.
Di pasar saham AS, Wall Street bergerak hati-hati namun menguat pada awal perdagangan. Dow naik sekitar 0,6% ke 46.425,14 poin, S&P 500 naik 0,4%, sementara Nasdaq menguat mendekati 1%. Di Eropa, London, Frankfurt, dan Paris masing-masing naik lebih dari 1% mendekati penutupan. Bursa Asia juga ditutup menguat, dipimpin Tokyo yang mencatat kenaikan hampir 3%.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id