Minyak Melonjak, Serangan Energi Meluas dan Risiko Pasokan Membesar
Harga minyak melonjak setelah serangan menyasar sejumlah fasilitas energi paling penting di Timur Tengah, memperbesar kekhawatiran bahwa konflik yang hampir memasuki pekan ketiga bergerak ke fase yang lebih merusak pasokan. Brent naik hingga 9% ke sekitar US$117 per barel, sementara patokan diesel di kawasan diperdagangkan di atas US$180 per barel—level tertinggi hampir empat tahun. Gas alam Eropa ikut melesat hingga 35%, menegaskan guncangan menyebar lintas komoditas energi.
Eskalasi dipicu serangan Iran ke lokasi LNG utama Qatar di Ras Laffan, setelah sebelumnya aset terkait ladang gas raksasa South Pars menjadi sasaran. Arab Saudi menilai kerusakan di kilang Samref dan melaporkan pencegatan rudal balistik menuju Yanbu, rute alternatif ekspor utama kerajaan saat Selat Hormuz nyaris tertutup. Di sisi lain, Abu Dhabi menghentikan operasi fasilitas gas Habshan setelah pencegatan rudal menyebabkan puing jatuh, sementara Bahrain membantah laporan bahwa fasilitas LNG terkena serangan.
Pasar minyak fisik bereaksi cepat: harga minyak fisik melonjak karena kilang-kilang Asia berebut kargo pengganti, sementara diskon WTI terhadap Brent melebar hingga sekitar US$17 per barel—terbesar dalam lebih dari satu dekade—di tengah pasokan AS yang tertinggal dari patokan global dan aktivitas lindung nilai. Lonjakan harga solar memperkuat sinyal bahwa risiko inflasi dari perang meningkat, berpotensi mempersulit jalur kebijakan bank sentral ketika biaya energi kembali menekan harga konsumen dan sektor transportasi.
Sejumlah analis menilai perang kini memasuki fase baru karena infrastruktur energi menjadi target langsung, membuka ruang tekanan kenaikan lanjutan dalam beberapa hari ke depan. Fokus pasar tetap pada dampak berantai penutupan efektif Hormuz, potensi gangguan lebih luas pada fasilitas produksi dan ekspor, serta respons kebijakan yang mungkin ditempuh untuk menahan harga—termasuk wacana langkah AS seperti pembatasan ekspor minyak mentah untuk meredam lonjakan energi.(alg)
Sumber: Newsmaker.id