• Mon, Mar 9, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

9 March 2026 09:23  |

Minyak Melonjak Mendekati $120

Harga minyak menembus US$117 per barel pada Senin, 9 Maret, setelah sejumlah produsen utama Timur Tengah memangkas produksi dan pengapalan melalui Selat Hormuz dilaporkan hampir terhenti. Brent sempat melonjak hingga 24% menjadi US$114,99 per barel, sementara WTI melonjak 27% pergerakan intraday terbesar sejak April 2020 mencerminkan premi risiko pasokan yang kembali mendominasi pasar energi.

Gangguan pasokan fisik kian terasa karena Kuwait dan Uni Emirat Arab mulai mengurangi output, sementara Irak telah melakukan penutupan sebagian produksi sejak pekan lalu. Penutupan Hormuz memperparah kemacetan karena jalur sempit itu biasanya menangani sekitar seperlima perdagangan minyak dunia, ditambah serangan terhadap infrastruktur energi yang ikut mengerek harga minyak dan gas.

Ketegangan geopolitik juga memperkuat kekhawatiran “gelombang inflasi” baru. Harga bensin ritel AS dilaporkan naik ke level tertinggi sejak Agustus 2024, sementara Presiden Donald Trump menyatakan menyatakan jangka pendek sebagai “biaya kecil” dan menilai harga akan turun saat ancaman nuklir Iran “berakhir,” namun juga membuka kemungkinan perluasan target serangan. Di Iran, pergantian kepemimpinan tertinggi dilaporkan terjadi, dengan Garda Revolusi menyatakan loyalitas, sementara AS memerintahkan sebagian pegawai di Arab Saudi untuk meninggalkan negara tersebut menurut laporan media.

Pasar kini menilai risiko kenaikan lebih lanjut tetap terbuka jika hambatan logistik dan penutupan aliran terus berlanjut. JPMorgan memperkirakan penutupan produksi di Timur Tengah bisa meluas hingga lebih dari 4 juta barel per hari pada akhir pekan depan jika pengisian stok dan kemacetan bertahan, sementara ancaman terhadap fasilitas energi meningkat, termasuk insiden drone menuju ladang Shaybah dan gangguan di fasilitas Ras Tanura. Indikasi keketatan jangka dekat juga terlihat dari prompt spread Brent yang melebar ke lebih dari US$8,98 per barel dalam backwardation, dari sekitar 62 sen per bulan lalu menandakan pasokan spot semakin ketat di tengah risiko geopolitik yang belum mereda.(Asd)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
OIL

Brent Stabil, Risiko Hormuz Belum Hilang

Harga minyak bergerak stabil setelah Amerika Serikat dan Iran menyampaikan nada positif dalam pembicaraan terkait program nuk...

18 February 2026 15:41
BIAS23.com NM23 Ai