Dolar Stabil Menunggu Sinyal Baru Warsh
Dolar AS bergerak stabil pada Selasa (16/6) setelah sempat melemah tajam pada awal pekan. Pelaku pasar mulai menahan posisi baru karena fokus bergeser dari euforia awal kesepakatan damai AS–Iran menuju rangkaian keputusan bank sentral global, terutama Federal Reserve pada Rabu.
Kesepakatan awal AS–Iran sempat mendorong sentimen risk-on dan menekan harga minyak karena pasar menilai Selat Hormuz berpeluang dibuka kembali. Namun, detail konkret mengenai pencabutan sanksi, pembukaan penuh jalur pelayaran, dan mekanisme implementasi masih terbatas. Kondisi ini membuat pelemahan dolar tidak berlanjut terlalu jauh.
US Dollar Index bergerak relatif datar pada perdagangan London setelah menyentuh level terendah 10 hari pada Senin. EUR/USD naik tipis 0,2%, sementara pelaku pasar belum berani membangun posisi jual dolar secara agresif karena risiko sinyal hawkish dari Fed masih terbuka.
Fed secara luas diperkirakan mempertahankan suku bunga acuannya, tetapi perhatian utama tertuju pada proyeksi dot plot. Jika proyeksi terbaru menunjukkan kecenderungan suku bunga lebih tinggi lebih lama, dolar dapat kembali mendapat dukungan. Latar inflasi yang masih kuat setelah lonjakan harga energi akibat konflik Iran membuat pasar tetap berhati-hati.
Di Inggris, pound bergerak terbatas menjelang keputusan Bank of England pada Kamis. Pasar memperkirakan BoE akan menahan suku bunga karena pertumbuhan yang lemah dan ruang fiskal yang sempit membatasi kemampuan bank sentral untuk mengikuti sikap lebih ketat dari sejumlah peers global. Jika BoE memberi sinyal dovish, pound berisiko kehilangan dukungan dari ekspektasi suku bunga.
Sementara itu, Bank of Japan menaikkan suku bunga jangka pendek sebesar 25 bps ke 1,0%, level tertinggi dalam 31 tahun. Namun, yen tidak banyak bergerak karena pasar lebih fokus pada kecepatan pengetatan berikutnya. USD/JPY masih berada dekat area psikologis 160, menunjukkan ekspektasi kenaikan suku bunga Jepang belum cukup kuat untuk mengubah arah yen secara signifikan.
Dolar Australia juga bergerak stabil setelah Reserve Bank of Australia menghentikan rangkaian pengetatan tiga bulan dan mempertahankan suku bunga di 4,35%. Bagi pasar FX, gambaran utamanya adalah dolar mulai stabil karena euforia deal AS–Iran mulai dicerna, sementara arah berikutnya akan lebih ditentukan oleh Fed, dot plot, harga minyak, dan sinyal bank sentral besar lainnya.(Arl)
Sumber : Newsmaker.id