• Thu, Mar 5, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

5 March 2026 10:41  |

Premi Risiko Naik Saat Selat Hormuz Nyaris Macet Total, Minyak Naik!

Harga minyak menguat pada Kamis (5/3) seiring pasar menaikkan premi risiko di tengah kekhawatiran gangguan pasokan akibat memburuknya konflik Iran dan tersendatnya pelayaran di Selat Hormuz. Brent naik ke US$83,65 per barel, sementara WTI menguat ke US$76,19 per barel pada saat berita ini ditulis.

Kenaikan ini terjadi ketika risiko gangguan pasokan beradu dengan keterbatasan output di sejumlah fasilitas produksi, sehingga pasar cenderung menilai kondisi pasokan jangka pendek semakin ketat. Fokus utama berada pada Selat Hormuz, jalur krusial bagi hampir seperlima konsumsi energi global. Aktivitas pelayaran dilaporkan mendekati “macet total” untuk hari kelima, memperbesar risiko logistik dan potensi keterlambatan pengiriman.

Dari sisi geopolitik, ketegangan meningkat setelah konflik AS–Iran dilaporkan meluas pada Rabu, termasuk serangan AS yang menghantam kapal perang Iran di lepas Sri Lanka. Di Washington, dukungan Partai Republik di Senat terhadap kampanye militer Presiden Donald Trump turut memperkuat persepsi bahwa eskalasi bisa berlangsung lebih lama. Penolakan mereka terhadap resolusi bipartisan yang bertujuan menghentikan operasi udara dan mewajibkan otorisasi Kongres untuk permusuhan terhadap Iran ikut mempertebal kekhawatiran pasar, terutama pada aset energi.

Tekanan pasokan fisik juga disebut membesar dari kawasan Teluk. Irak, produsen terbesar kedua OPEC, dikabarkan memangkas produksi hampir 1,5 juta barel per hari akibat keterbatasan penyimpanan dan jalur ekspor. Sementara itu, Qatar menyatakan force majeure pada ekspor gas, dan sumber menyebut pemulihan volume produksi normal dapat memakan waktu setidaknya satu bulan. Kombinasi pemangkasan output dan hambatan ekspor ini memperkuat narasi pasokan ketat, meski sumber gangguan saat ini lebih banyak berasal dari sisi distribusi dan pengapalan.

Risiko keamanan di perairan regional ikut menekan sentimen. Inggris melalui badan operasi perdagangan maritimnya melaporkan adanya ledakan besar yang terdengar dan terlihat oleh kapten kapal tanker yang berlabuh sekitar 30 mil laut tenggara Kuwait, sebelum sebuah kapal kecil terlihat meninggalkan area. Perkembangan tersebut menambah kekhawatiran atas keselamatan pelayaran dan memperbesar kemungkinan gangguan operasional di jalur pengiriman.

J.P. Morgan mencatat Iran sejauh ini cenderung menahan diri dari menyerang sebagian besar infrastruktur energi kritikal, namun risiko pelayaran tetap sangat tinggi, dengan estimasi sekitar 329 kapal minyak tertahan di kawasan Teluk. Bank tersebut menilai durasi kampanye AS dapat dibatasi oleh kapasitas penyimpanan negara-negara GCC serta level harga energi saat ini. Secara teknis, banyak ladang minyak dinilai dapat kembali beroperasi dalam hitungan hari dan pulih ke kapasitas penuh dalam 2–3 minggu, tetapi hambatan utama saat ini lebih pada logistik dibanding kondisi produksi, terutama di Irak yang bergantung pada water injection untuk menjaga tekanan reservoir.

Ke depan, pergerakan harga minyak akan sangat dipengaruhi oleh dinamika keamanan Selat Hormuz, kelancaran pelayaran dan asuransi kargo, serta indikasi pemulihan ekspor dari Irak dan Qatar. Pasar juga akan mencermati apakah eskalasi konflik mengarah pada gangguan yang lebih luas terhadap arus energi Timur Tengah atau mereda sehingga premi risiko mulai terkikis.(asd)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
OIL

Brent Stabil, Risiko Hormuz Belum Hilang

Harga minyak bergerak stabil setelah Amerika Serikat dan Iran menyampaikan nada positif dalam pembicaraan terkait program nuk...

18 February 2026 15:41
BIAS23.com NM23 Ai